REPUBLIKA.CO.ID WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia harus terlibat dalam pemilihan pemimpin tertinggi baru Iran yang bakal menggantikan almarhum Ayatollah Ali Khamenei. Trump menegaskan menolak jika Iran akan dipimpin oleh putra Ali Khamenei, yakni Mojtaba Khamenei.
Trump mengungkapkan, Mojtaba Khamenei memang figur yang paling mungkin dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran berikutnya. Namun Trump enggan menerima hal tersebut.
Baca Juga
Satu Rudal Klaster Iran Sebarkan 80 Bom Kecil 'Gocek' Intersepsi Iron Dome Israel
UEA Klaim Cegat Lebih dari 180 Rudal Iran Sejak Konflik Memanas
Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Bogor Capai 60 Persen
"Mereka membuang-buang waktu. Putra Khamenei adalah orang yang tidak berpengaruh. Saya harus terlibat dalam penunjukan tersebut, seperti dengan Delcy (Rodriguez) di Venezuela,” kata Trump pada Kamis seperti dikutip Axios.
Trump menambahkan, dia menolak pemimpin tertinggi baru Iran yang bakal melanjutkan kebijakan Ayatollah Ali Khamenei. Dia memperingatkan, jika figur semacam itu yang akan dipilih untuk menggantikan Ali Khamenei, AS bakal kembali berperang dengan Iran dalam lima tahun.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Putra Khamenei tidak dapat diterima oleh saya. Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran,” ujar Trump.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)