Lokomotif Kereta Api (KA) 147 Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen – Ketapang mengamali kerusakan berat usai kecelakaan dengan sebuah truk gandeng di perlintasan sebidang JPL 13, Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo pada Jumat (6/3/2026) dini hari WIB.
“Lokomotif CC 201 83 53 yang menarik KA Blambangan Ekspres mengalami kerusakan serius (berat) akibat tertemper truk di perlintasan resmi terjaga JPL 13 (Km 109+860), sehingga perjalanan tidak dapat dilanjutkan,” ungkap Cahyo Widiantoro Manajer Hukum PT KAI (Persero) Daop 9 Jember dalam keterangan resminya.
Rangkaian kereta kemudian ditarik mundur menuju Stasiun Probolinggo menggunakan lokomotif penolong. KAI juga mengalihkan seluruh penumpang KA Blambangan Ekspres ke KA Wijaya Kusuma yang melintas di jalur tersebut, untuk memastikan penumpang tetap sampai ke tujuan
Selain itu, akibat kejadian ini, sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember mengalami keterlambatan. Tapi, kata Cahyo, pihaknya telah menyiapkan service recovery bagi penumpang yang terdampak keterlambatan lebih dari 60 menit.
Dia menjelaskan bahwa laporan kecelakaan itu diterima dari Kondektur KA 147 pada pukul 00.49 WIB. Akibat kecelakaan itu, kereta mengalami Berhenti Luar Biasa (BLB) dan mengalami kerusakan serius.
Cahyo memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, masinis dan asistennya mengalami luka.
“Masinis mengalami patah kaki, sementara asisten masinis mengalami cedera pada jari tangan. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Probolinggo,” kata Cahyo saat dikonfirmasi Suara Surabaya.
KAI Daop 9 kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sesuai Pasal 114, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.
“Kami tegaskan bahwa palang pintu perlintasan hanyalah alat bantu, bukan pengamanan utama. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Pastikan berhenti sejenak, tengok kanan-kiri, dan pastikan aman sebelum melintasi rel,” tutup Cahyo.
Adapun kronologi kecelakaan ini bermula saat KA Blambangan Ekspres melaju dari arah utara menuju selatan (Jakarta-Banyuwangi).
“Semula kereta api Blambangan Express (Jurusan Jakarta-Banyuwangi) berjalan dari utara ke selatan. Sesampai di TKP, bersamaan melintas truk gandeng dari timur ke barat, sehingga terjadi tumburan (kecelakaan),” kata AKP Safiq waktu dikonfirmasi Suara Surabaya, Jumat.
Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti mengapa truk tersebut melintas saat kereta akan lewat di perlintasan yang terjaga tersebut. (bil/ipg)




