Bisnis.com, SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memasang target untuk aktivitas arus peti kemas sebesar 3.048.275 twenty-foot equivalent units (TEUs) selama 2026 di seluruh terminal di bawah pengelolaan perusahaan itu, atau tumbuh sebesar 7,8% bila dibandingkan capaian tahun 2025.
“TTL optimis dapat mencapai target tahun 2026 melalui aksi-aksi strategis yang terukur," beber Direktur Utama TTL David Pandapotan Sirait di Surabaya, Kamis (5/3/2026).
Selaras dengan peningkatan kinerja operasional, pendapatan perusahaan juga diproyeksikan tumbuh dua digit, yang didorong oleh peningkatan produktivitas bongkar muat, efisiensi operasional, serta penguatan layanan bernilai tambah kepada pengguna jasa.
Fokus strategis TTL pada 2026 di antaranya mencakup peningkatan produktivitas dan keandalan layanan, optimalisasi efisiensi operasional dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan (safety) dan kualitas layanan.
Kemudian, juga mengenai penguatan transformasi dan port resilience untuk memastikan keberlanjutan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
David menyatakan konsolidasi internal serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait tetap menjadi fondasi utama pihaknya. Selain itu, TTL juga tetap fokus pada peningkatan layanan operasional yang berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pengguna jasa.
Baca Juga
- Volume Petikemas Tembus 50 Juta TEUs, Ini Strategi JICT Jaga Produktivitas
- Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
- Pelni Tuntaskan Penugasan Angkutan Barang 13.142 TEUs di 2025
Keberhasilan transformasi TTL, lanjut dia, akan sangat ditentukan oleh peran seluruh sumber daya manusia (SDM) sebagai motor penggerak utama perusahaan atas target capaian operasional dan finansial maupun dalam memberikan manfaat sosial serta aspek lainnya.
"TTL optimis menyongsong 2026 sebagai fase pertumbuhan berikutnya, menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, berdaya saing, dan memberikan kontribusi terbaik bagi perekonomian nasional. Tahun ini akan menjadi fase penting bagi kami dalam mewujudkan value creation yang nyata dan berkelanjutan," pungkasnya.




