Di Tengah Krisis, Geliat Sentra Tekstil Majalaya Tumbuh Lewat Festival Sarung

republika.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sentra tekstil Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kembali menggeliat di tengah krisis lewat kegiatan Festival Sarung Majalaya (FSM) yang digelar selama empat hari pada akhir Februari 2026. Sejumlah kegiatan dan pameran digelar melibatkan ratusan orang dari berbagai kalangan.

Perwakilan panitia Ahmad Fauzan mengatakan kegiatan Festival Sarung Majalaya mempertemukan seluruh pihak mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademis, tokoh agama hingga masyarakat Majalaya. Kegiatan itu diharapkan menghidupkan kembali identitas Majalaya sebagai kawasan tekstil sekaligus mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis budaya.

Baca Juga
  • Jadi Tersangka Korupsi dan Jatah Proyek, Wakil Walkot Bandung dan Anggota DPRD tak Kunjung Ditahan
  • Kasus Bunuh Diri Meningkat, Pemkot Bandung Perketat Patroli di Flyover Pasupati
  • 8 Pohon Tumbang Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang di Bandung
"Diharapkan menghidupkan kembali identitas Majalaya sebagai kawasan tekstil bersejarah," ucap dia, Kamis (5/3/2026).

Ia mengatakan sejumlah UMKM lokal serta koperasi dan paguyuban pengrajin Subang mengikuti kegiatan termasuk forum Teralis Herbalis. Hidangan khas Kabupaten Bandung seperti pepes ikan dan berondong disiapkan oleh berbagai UMKM Majalaya.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pertunjukan kebudayaan Sunda di Alun-alun Majalaya dan berkunjung ke Gedong Wiranatakusumah rumah bersejarah. Serta diskusi bertema City Branding Majalaya sebagai kota tekstil dan pemasaran produk tekstil Majalaya.

"Selama empat hari penyelenggaraan, nilai transaksi penjualan Sarung Majalaya tercatat mencapai sekitar Rp 20 juta," kata dia.

Desainer muda difabel, Nadya Amalia Yahya, menampilkan koleksi pakaian berbahan sarung Majalaya. Turut hadir perwakilan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kepala Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah Jawa Barat serta sejumlah instansi tekstil di Majalaya serta para pengusaha lainnya. "Festival Sarung Majalaya bukan sekadar perayaan budaya, tapi juga panggung kebanggaan bagi kreativitas lokal," kata dia.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inacell: Inovasi BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Material Industri Bernilai Tinggi
• 14 jam lalumatamata.com
thumb
Imran Nahumarury Pelatih Baru Semen Padang FC
• 20 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Ramadan Jadi Momentum UMKM Naik Kelas, Pertamina Ajak Puluhan Mitra Binaan Ikut Pameran Strategis
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp25 Ribu, Jadi Rp3.024.000 per Gram
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Ini Sikap Terbaru, Iran Terkait Potensi Negosiasi Damai dengan AS-Israel
• 10 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.