Malang: Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Malang Raya dipastikan aman menjelang Idulfitri 2026. Pertamina menegaskan stok energi untuk masyarakat berada pada level cukup meski situasi geopolitik di Timur Tengah bergejolak.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan ketahanan stok BBM saat ini berada dalam kondisi aman. Pasokan tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.
“Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, dipastikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di momen Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Ketersediaan ini terus diperkuat melalui pasokan rutin dan terjadwal sesuai perencanaan suplai dan distribusi yang telah ditetapkan dan ditambah pola build up stock yang sudah dijalankan semenjak jelang Bulan Ramadan,” ujar Ahad, Jumat 6 Maret 2026.
Baca Juga :
Pastikan BBM Aman saat Mudik, Komisaris Pertamina Pantau SPBU di Jawa TimurDistribusi BBM ke berbagai lembaga penyalur, termasuk SPBU di Malang Raya, sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan para pemangku kepentingan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi energi di tengah dinamika global. Pengawasan terhadap jalur distribusi juga terus diperketat agar layanan energi bagi masyarakat tetap terjaga.
Ilustrasi pasokan BBM. Dokumentasi/Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.
Sebagai upaya mitigasi, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menerapkan metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) dalam pengelolaan rantai pasok energi. Skema ini memungkinkan distribusi tetap berjalan meski terjadi gangguan pada jalur utama.
“Berbagai langkah mitigasi dilakukan untuk memastikan ketahanan pasokan tetap terjaga, dengan tetap memprioritaskan keselamatan pekerja, keamanan aset, serta keberlangsungan operasional melalui pemantauan intensif dan penguatan manajemen risiko,” tutur Ahad.
Selain menjaga stok, Pertamina juga menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri yang akan mulai beroperasi pada 9 Maret 2026. Satgas ini dibentuk untuk memastikan kesiapan infrastruktur, suplai, serta layanan energi selama Ramadan hingga periode arus mudik Lebaran.
Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Jika menemukan pelanggaran atau ketidaknyamanan di SPBU, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135.




