Pengamat IPB Apresiasi Ekspor Beras Perdana 2026, Dinilai Perkuat Swasembada Pangan

tvrinews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Bogor

Pengamat pertanian dari IPB University, Prima Gandhi, mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang melakukan ekspor beras perdana pada 2026 sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi. Ekspor tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju kemandirian pangan nasional.

Prima Gandhi menilai pengiriman beras ke luar negeri menunjukkan bahwa program swasembada pangan yang dijalankan pemerintah tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu dipertahankan secara berkelanjutan.

“Ekspor ini menjadi bukti bahwa swasembada beras Indonesia tidak sekadar momentum, tetapi berlangsung secara konsisten dan produktif,”ujar Gandhi dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Maret 2026.

Menurutnya, langkah ekspor memiliki nilai strategis karena tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas perdagangan nasional. Ia menilai peningkatan produksi dan pengelolaan cadangan beras di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan, lanjutnya, Indonesia saat ini mencatatkan cadangan beras dalam jumlah besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Peningkatan produksi kita sangat signifikan dibandingkan rata-rata sebelumnya. Selama kebutuhan domestik tetap aman, ekspor dapat menjadi strategi untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global,”ucapnya.

Gandhi menambahkan capaian tersebut tidak lepas dari sinergi kebijakan pemerintah dan upaya peningkatan produksi yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui berbagai program modernisasi pertanian.

Ia menilai ekspor perdana ini dapat menjadi momentum awal untuk memperluas pasar ekspor di masa mendatang, dengan tetap memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat dalam negeri.

“Yang paling penting adalah menjaga keseimbangan antara kebutuhan nasional dan peluang ekspor. Jika hal itu terjaga, maka ekspor menjadi simbol kemandirian pangan sekaligus daya saing Indonesia,” jelasnya.

Selain komoditas beras, pemerintah juga melepas ekspor produk unggas sebanyak 545 ton dengan nilai sekitar Rp18,2 miliar ke sejumlah negara tujuan, yaitu Singapura, Jepang, dan Timor Leste. Pengiriman tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga 31 Maret 2026.

Langkah tersebut dinilai semakin memperkuat posisi industri perunggasan nasional yang telah mencapai swasembada ayam dan telur, sekaligus membuka peluang ekspansi ke pasar internasional.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia kini telah mampu memenuhi kebutuhan domestik untuk sejumlah komoditas utama, sehingga sebagian produksinya dapat diarahkan untuk pasar ekspor.

“Sekarang kita sudah swasembada telur, ayam, beras, dan beberapa komoditas lainnya. Ekspor ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai berkontribusi di pasar global,”tuturnya.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memperkuat posisi sektor pertanian sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional yang berdaya saing, berkelanjutan, dan semakin berorientasi ekspor.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Info Terbaru soal Kecelakaan KA Blambangan Ekspres Tertemper Truk di Probolinggo
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Profil Mojtaba, Putra Ayatollah Khamenei dan Calon Kuat Pemimpin Iran
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Puluhan Musisi Bersatu lewat Friends of Palestine, Himpun Donasi Rp 130 Juta
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Diduga Akibat Truk Rem Blong
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Negara Komitmen Pencegahan Dini
• 15 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.