Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo disebut tak mau gegabah memutuskan Indonesia keluar dari anggota Board of Peace (BoP) di tengah konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Hal itu disampaikan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid merespons banyaknya desakan agar Indonesia mundur dari Board of Peace. Dia menyebut, Prabowo tak anti kritik terhadap desakan tersebut.
Hanya saja, Prabowo ingin berikhtiar lebih dulu menciptakan perdamaian lewat Board of Peace.
"Tetapi posisi di Indonesia, posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu," kata Nusron kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
"Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu," sambungnya.
Nusron membeberkan, Prabowo sempat bertanya-tanya, bagaimana Indonesia bisa memberikan kontribusi dalam menciptakan perdamaian jika tidak ada forum spesifik yang diikuti.
"Kemudian Pak Presiden juga mempertanyakan, terus kalau seandainya ada yang menawarkan kita, mendesak keluar dari BoP, terus tawarannya kita meja berunding dalam rangka menciptakan perdamaian itu di medan apa? Di forum apa? Karena forum untuk melakukan perundingan perdamaian di Palestina dan Gaza, itu satu-satunya hari ini adalah di BoP," ucap dia.
Maka dari itu, Nusron menyebut Prabowo akan mencermati keadaan lebih dulu sebelum memutuskan Indonesia keluar dari Board of Peace.





