PIPA Tak Perpanjang MTO, Fokus Matangkan Rights Issue

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) menegaskan tidak berencana memperpanjang masa Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO).

PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) menegaskan tidak berencana memperpanjang masa Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) menegaskan tidak berencana memperpanjang masa Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) meski target kepemilikan belum tercapai. PIPA tengah menyiapkan aksi korporasi usai diakuisisi PT Morris Capital Indonesia (MCI).

MCI sebelumnya menargetkan bisa memiliki saham PIPA setidaknya 57,37 persen dari total saham yang beredar. Meski target tersebut tak dicapai, PIPA berkomitmen untuk menjalankan transformasi dan tidak ada kendala signifikan dalam menjalankan operasional perusahaan.

Baca Juga:
Begini Strategi Bisnis Multi Makmur Indonesia (PIPA) di Bawah Kendali MCI

Beberapa faktor yang dinilai memengaruhi absennya pemegang saham publik mengikuti MTO di antaranya preferensi pemegang saham untuk mempertahankan kepemilikan, persepsi positif terhadap prospek usaha di masa depan, kondisi pasar modal yang dinamis, serta harga penawaran yang mungkin belum sesuai ekspektasi.

Sebagai bagian dari strategi masa depan, PIPA tengah menyiapkan rencana berupa perubahan nama, logo, serta penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Langkah rebranding ini bertujuan memperkuat arah bisnis dan pengembangan usaha baru, sementara penambahan KBLI dimaksudkan untuk memperluas ruang lingkup kegiatan usaha.

Baca Juga:
PIPA Tegaskan Dugaan Manipulasi IPO Terjadi di Era Pengendali Lama

"Perseroan berencana meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang direncanakan digelar sebelum akhir semester I tahun 2026," kata manajemen PIPA, Jumat (6/3/2026).

Selain pengembangan usaha, PIPA juga mengonfirmasi adanya rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Rencana tersebut akan disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan pasar.

Saat ini, manajemen tengah menggali alternatif mekanisme penambahan modal dan pendanaan lain untuk memperkuat struktur keuangan. Adapun jumlah dana dan jadwal pelaksanaan masih dalam tahap kajian internal dan akan segera diumumkan setelah mendapatkan persetujuan regulator serta internal perusahaan. 

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jimly Asshiddiqie: Rekomendasi Reformasi Polri Segera Dilaporkan ke Presiden Prabowo
• 7 jam lalumatamata.com
thumb
Prabowo Akan ke Teheran Bareng Pemimpin Pakistan untuk Redam Konflik Timur Tengah
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Kronologi Pencurian di Resto Bibi Kelinci Berujung Owner Nabilah O’Brien Jadi Tersangka
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Menanti Buka Puasa Lebih Asyik di Ngabuburit Seru Bareng kumparan Hangout
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Raymond/Joaquin Ungkap Strategi Balikkan Keadaan Kalahkan Fajar/Fikri di All England 2026
• 8 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.