Kementerian Luar Negeri (Kemlu) belum akan mengevakuasi WNI di Lebanon, meski situasi negara tersebut mencekam akibat serangan Israel.
Lebanon menjadi sasaran lantaran milisi Hizbullah di sana menyerang Israel dan AS sebagai balasan operasi militer di Iran. Hizbullah merupakan sekutu Iran.
Sampai Jumat ini Israel terus membombardir Lebanon. Kementerian Kesehatan mengumumkan serangan itu menewaskan 77 orang dan memicu kaburnya warga yang tinggal di sebelah selatan Beirut.
Terkait ketegangan di Beirut, plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyebut sampai saat ini terdapat 939 warga Indonesia di Lebanon. Sebagian besar dari mereka merupakan personel TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB.
“Mengenai evakuasi di Lebanon, kita ada 939 WNI tapi sebagian besar merupakan personel TNI UNIFIL. Dan sampai saat ini belum ada rencana untuk evakuasi,” kata Heni dalam press briefing di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat pada Jumat (6/3).
Ia menjelaskan, perwakilan Indonesia di Lebanon terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara berkala untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus memperbarui langkah-langkah antisipasi jika situasi berubah, termasuk mempersiapkan contingency plan.
“Namun perwakilan kita masih terus memantau secara terukur kondisi riil di lapangan, meng-update terus rencana contingency dan tentunya opsi-opsi evakuasi apabila memang itu diperlukan,” ujar Heni.
“Tapi sampai saat ini belum ada rencana evakuasi,” pungkasnya.





