Grid.ID - Aktor Rizky Billar mengungkap cara dirinya dan sang istri, Lesti Kejora, mengenalkan ibadah puasa kepada putra mereka, Muhammad Leslar Al-Fatih Billar atau Abang L. Billar menyebut pendidikan agama sudah diajarkan sejak dini, termasuk melatih anak berpuasa meski belum penuh.
Menurut Billar, usia Abang L yang kini menginjak empat tahun dianggap cukup untuk mulai mengenalkan makna puasa secara bertahap. Ia menilai proses belajar tersebut penting agar anak memahami nilai kesabaran sejak kecil.
“Kita memang dari awal selalu mengajarkan pendidikan agama dan budi pekerti sejak dini, termasuk berpuasa. Karena kita rasa di usia 4 tahun ini adalah usia yang tepat untuk mengajarkan dia berpuasa meskipun tidak full,” kata Billar yang dikutip melalui tayangan Youtube Reyben Entertainment, Jumatt (6/3/2026).
Billar mengatakan, putranya masih menjalani puasa secara bertahap. Terkadang Abang L hanya mampu berpuasa setengah hari atau hingga tiga perempat waktu sebelum berbuka.
“Alhamdulillah sejauh ini dia berusaha untuk tetap menjalankan. Meskipun ya kadang-kadang setengah hari, atau kadang-kadang di tiga perempatnya,” ujarnya.
Ia mengakui di awal Abang L sempat merasa kaget saat mencoba berpuasa. Namun hal tersebut dianggap wajar mengingat usianya masih kecil.
“Di awal doang sih mungkin kaget kali ya. Tapi kita memakluminya, namanya juga anak kecil,” ucap Billar.
Selain menahan lapar dan haus, Billar juga menjelaskan bahwa dirinya dan Lesti menanamkan makna puasa sebagai latihan mengendalikan diri. Ia menilai puasa menjadi sarana belajar kesabaran dan menahan emosi.
“Kita mengajarkan bahwa puasa itu bentuk kita melatih kesabaran, bentuk cara kita bersyukur, dan melawan hawa nafsu. Jadi bukan hanya lapar dan haus, tapi juga menahan amarah dan hal-hal negatif lainnya,” tutur Billar.
Tak hanya soal puasa, Billar juga membiasakan anaknya untuk berbagi sejak usia dini. Ia bahkan menyebut Abang L sering berinisiatif sendiri untuk memberi sedekah ketika melihat pengamen atau orang yang membutuhkan.
“Dari umur dua tahun ketika di mobil dia lihat pengamen atau pengemis, dia sering bilang ‘Pa, Bun, boleh nggak Abang minta uang buat Abang bagiin’. Hal-hal positif seperti itu memang sudah kita tanamkan,” katanya.
Billar menambahkan, untuk pemahaman zakat kepada anaknya masih akan diberikan secara bertahap. Ia ingin memastikan Abang L terlebih dahulu memahami konsep berbagi dan berbuat baik kepada sesama.
Selain membahas pendidikan anak, Billar juga sempat berbagi cerita mengenai aktivitasnya bermain sepak bola bersama rekan media. Ia menyebut pertandingan tersebut berlangsung santai dan bertujuan mempererat hubungan dengan wartawan.
“Seru sih tadi. Ini sebagai bentuk menyambung silaturahmi bersama teman-teman media. Mudah-mudahan ke depan bisa terus ada kegiatan positif lainnya,” ujar Billar.
Ia pun menegaskan bahwa pertandingan tersebut bukan soal menang atau kalah. Baginya, kebersamaan dan suasana santai menjadi tujuan utama dari kegiatan tersebut. (*)
Artikel Asli




