Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI berdialog dengan otoritas Iran demi memastikan keselamatan dua kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz akibat ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
Menurut Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto, kondisi di kawasan yang masih panas dan belum kondusif menuntut pihaknya untuk meningkatkan upaya koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah setempat.
Advertisement
“Terkait dengan tanker Pertamina, hal tersebut sedang ditindaklanjuti oleh rekan-rekan di KBRI Teheran karena memang dialognya harus dilakukan dengan pihak di pemerintah Iran,” kata Santo di Jakarta dilansir Antara, Jumat (6/2/2026).
Upaya diplomasi dan koordinasi terus berjalan dengan berbagai pemangku kepentingan terkait di Iran untuk memastikan kepentingan Pertamina yang ada di Selat Hormuz tersebut senantiasa aman di tengah panasnya konflik.
Santo juga memastikan bahwa langkah-langkah tersebut ditujukan supaya kapal tanker Pertamina yang terdampak pada akhirnya “dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman”.
Dia mengamini dinamika konflik di Timur Tengah dapat menimbulkan dampak yang signifikan ke dalam negeri, mengingat negara-negara di kawasan tersebut merupakan mitra dagang yang cukup penting bagi Indonesia.
Oleh karena itu, selain meningkatkan koordinasi terkait dengan upaya pelindungan WNI di kawasan tersebut, Kemlu RI juga mengintensifkan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengkaji dan mencari jalan keluar atas kemungkinan dampak konflik di Timur Tengah terhadap Indonesia.




