Kemenkes Catat 45 KLB Campak di 11 Provinsi, Tren Kasus Mulai Menurun

tvrinews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan perkembangan terkini kasus campak di Indonesia. Hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi. Meski demikian, tren kasus mulai menunjukkan penurunan sejak Februari 2026.

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengatakan peningkatan kasus campak sempat terjadi pada awal Januari 2026 sebelum akhirnya mulai menurun pada Februari.

“Tren kasus dan suspek campak meningkat pada Januari, kemudian mulai menurun sepanjang Februari 2026,”ujar Andi dalam konferensi pers daring terkait update kasus campak di Indonesia, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menjelaskan hingga minggu ke-8 tahun 2026 tercatat 45 kejadian luar biasa campak yang terjadi di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Sejumlah provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa tersebut antara lain Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Menurut Andi, pemerintah telah melakukan respons cepat di daerah terdampak melalui pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) serta imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.

“Kami telah menetapkan 102 kabupaten/kota sebagai wilayah prioritas pelaksanaan ORI dan imunisasi kejar,”jelasnya.

Program imunisasi tersebut menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan dan dilaksanakan di berbagai lokasi, mulai dari puskesmas, posyandu, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, hingga tempat ibadah dan layanan kesehatan di jalur mudik.

Selain itu, Kemenkes juga telah mengeluarkan surat edaran kepada pemerintah daerah terkait kewaspadaan dini terhadap peningkatan kasus campak.
Andi menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program imunisasi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala campak seperti demam dan muncul ruam pada kulit.

“Jika anak mengalami gejala campak, sebaiknya tidak bepergian terlebih dahulu agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain,”tegasnya.

Kemenkes berharap melalui percepatan imunisasi dan peningkatan kewaspadaan masyarakat, penyebaran campak dapat dikendalikan serta mencegah terjadinya kejadian luar biasa di wilayah lain.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekspansi Global, Perusahaan Fintech Ini Pusatkan Pengembangan Pasar di Kepulauan Cayman
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Waka BGN Temukan Mitra Memonopoli Bahan Baku Pangan 9 SPPG di Pekanbaru, Waduh!
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Kisah Haru Gunawan Dwi Cahyo: Sepatu Bola Pertama Dipinjam, Ditambal Berkali-kali demi Mimpi
• 23 jam lalubola.com
thumb
Baznas DKI Jakarta Targetkan Penghimpunan ZIS Rp450 Miliar pada 2026
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Makin Panas, Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Israel!
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.