Jakarta: Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan upaya perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Timur Tengah tetap menjadi prioritas utama. Saat ini, jumlah WNI yang menetap di kawasan tersebut mencapai 519 ribu orang.
"Mayoritasnya memang di Arab Saudi. Tetapi kami juga mencatat ada sekitar 329 warga negara kita yang tinggal di Iran," kata Dirjen Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kemenlu Santo Darmosumarto, dalam program Breaking News Metro TV, Jumat, 6 Maret 2026.
Santo kembali memastikan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi yang cukup intensif per hari hingga per jam dengan kepala perwakilan masing-masing wilayah. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono juga telah berkomunikasi langsung dengan para kepala perwakilan wilayah melalui sambungan daring untuk mengetahui perkembangan situasi sekaligus memberikan pengarahan.
Baca Juga :
Indonesia Lobi Iran Demi Keamanan Dua Tanker Pertamina di Selat Hormuz"Terutama terkait dengan apakah diperlukan evakuasi bagi masyarakat kita yang ada di kawasan Timur Tengah. Nah, hal tersebut disampaikan oleh para kepala perwakilan wilayah," kata Santo.
Setiap negara, kata Santo, mengalami kondisi yang berbeda. Oleh sebab itu, arahan imbauan dari pemerintah setempatnya juga bakal berbeda. Pemerintah RI akan terus mempelajari agar bisa memberikan keputusan yang tepat.
Sementara itu, Menlu Sugiono juga dilaporkan sudah menjalin komunikasi dengan Menlu Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi terkait konflik Iran dengan Israel-Amerika Serikat (AS). Hal itu berujung pada kesepakatan bersama bahwa semua pihak menghendaki adanya perdamaian.
"Tentunya mendorong penyelesaian damai berdasarkan hukum internasional," ucap Santo.




