Lestari Moerdijat: Penanganan Jiwa Anak dan Remaja Butuh Langkah Nyata

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan, penanganan kesehatan jiwa anak dan remaja butuh komitmen dan langkahnya. 

Hal tersebut dia sampaikan merespons terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak pada, Kamis 5 Maret 2026.

"Dibutuhkan langkah nyata yang lahir dari komitmen bersama yang kuat untuk membangun mekanisme pencegahan dan penanganan kesehatan jiwa bagi generasi penerus bangsa," ucap Lestari dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 6 Maret 2026.

Tidak Sebatas SKB

Rerie, sapaan karab lestari, menilai, SKB yang ditandatangani sembilan menteri itu harus mampu membangun ekosistem yang mendukung perkembangan jiwa anak dan remaja ke arah yang lebih baik.

Baca Juga :

Lestari Moerdijat: Peningkatan Literasi Anak Bangsa Harus Konsisten
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap upaya yang dilakukan para menteri tidak sebatas menandatangani SKB, tetapi lebih dari itu sejumlah keputusan yang telah diambil harus segera direalisasikan dengan langkah nyata.

Sehingga, tegas Rerie, rentetan kasus kekerasan dan bunuh diri anak bisa segera ditekan dan diatasi, sebagai bagian dari upaya melahirkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing di masa depan.

Sebagai informasi, data Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat kasus bunuh diri pada kelompok usia anak (0-15 tahun) meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun, yaitu dari 604 kasus pada 2022 menjadi 1.498 kasus pada 2024.

Selain itu, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) pada 2024, tercatat 62,19% anak dengan masalah kesehatan jiwa juga mengalami kekerasan dalam 12 bulan terakhir.

Rerie yang juga Komisi X DPR RI, menuturkan, upaya mewujudkan penguatan fungsi keluarga dan pengasuhan positif di tengah masyarakat yang menjadi salah satu tujuan SKB tentang Kesehatan Jiwa itu, bukan hal yang mudah.


Foto Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (Istimewa)


Butuh Kerja Sama

Dia berpendapat bahwa efektivitas kerja sama para pihak terkait untuk membangun kesehatan jiwa yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa harus segera terwujud, mengingat tren kasus bunuh diri remaja yang meningkat.

Rerie mengajak semua pihak untuk mewujudkan upaya yang lebih baik dalam pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mamah Dedeh-Gus Miftah Ungkap Prabowo Bahas Perang di Luar Negeri hingga BoP
• 21 jam laludetik.com
thumb
Bupati Pekalongan Tak Paham Birokrasi karena Mantan Penyanyi Dangdut, Begini Respons Wamendagri
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Stok BBM Aman 21 Hari, Pertamina Patra Niaga Jamin Pasokan Energi saat Ramadan
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Kalah 0-1 dari Manila Digger di Leg Pertama, Ini Syarat Lolos Dewa United ke Semifinal AFC Challenge League
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
VinFast Siap Pasok 20.000 Kendaraan Listrik ke Mitra Transportasi di Indonesia
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.