Markas Badan Keamanan Iran Dibom, Pimpinan Tewas atau Bersembunyi 

erabaru.net
11 jam lalu
Cover Berita

Pada 4 Maret 2026, pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan udara ke Iran. Markas besar lembaga keamanan Iran yang terletak di Teheran dilaporkan hancur akibat serangan tersebut. Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan bahwa serangan militer AS sangat menghancurkan, dan saat ini para pemimpin Iran “entah sudah tewas atau bersembunyi”.

EtIndonesia. Pada 4 Maret, Menteri Perang AS Pete Hegseth bersama Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine memberikan pengarahan di Pentagon mengenai perkembangan terbaru operasi militer yang disebut Operation Epic Fury.

Perang tersebut telah berlangsung sekitar 100 jam. Amerika Serikat dilaporkan telah menyerang sekitar 2.000 target di tiga bidang utama, yaitu:

Hegseth menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang meraih “kemenangan yang menentukan, menghancurkan, dan tanpa belas kasihan” dalam operasi militer ini. Ia juga menambahkan bahwa para pemimpin Iran saat ini “sudah tewas atau sedang bersembunyi”.

Sementara itu, militer Israel pada 4 Maret menyatakan bahwa mereka telah melancarkan serangan udara “berskala besar” terhadap sebuah fasilitas militer besar di Teheran. Fasilitas tersebut menampung markas berbagai lembaga keamanan Iran, termasuk:

Israel Defense Forces (IDF) menyatakan bahwa pada saat serangan terjadi, para pejabat rezim Iran yang bertanggung jawab mengkoordinasikan aktivitas teror terhadap Israel dan negara-negara di kawasan, merencanakan operasi teror, serta menindas rakyat Iran, sedang berada di markas tersebut.

Pejabat Israel secara jelas mengatakan bahwa mereka berharap serangan udara ini dapat menghancurkan mesin “negara polisi” Iran sehingga masyarakat Iran dapat bangkit dan mengambil alih kekuasaan.

Foto-foto yang beredar menunjukkan pusat kota Teheran dipenuhi asap tebal setelah serangan udara. Beberapa kantor polisi dan bangunan di pusat kota mengalami kerusakan parah, sementara warga terlihat berjalan melewati bangunan yang hancur akibat pemboman. (Hui)

Reporter: Luo Tingting / Editor Wen Hui

4 Maret 2026: Asap mengepul dari pusat kota Teheran setelah serangan udara AS. (ATTA KENARE / AFP via Getty Images) 4 Maret 2026: Pemandangan setelah serangan terhadap kantor polisi di pusat kota Teheran. (AFP via Getty Images)
4 Maret 2026: Seorang wanita dan anak berjalan melewati bangunan yang rusak di Teheran, yang diserang beberapa hari sebelumnya dalam operasi militer AS-Israel. (Majid Saeedi/Getty Images) 4 Maret 2026: Bangunan-bangunan yang dibom di pusat kota Teheran. (Majid Saeedi/Getty Images) 4 Maret 2026: Pemandangan setelah serangan terhadap kantor polisi di pusat kota Teheran. (Majid Saeedi/Getty Images) 4 Maret 2026: Seorang pria di dalam bangunan yang rusak, yang diserang beberapa hari sebelumnya dalam operasi militer AS-Israel. (Majid Saeedi/Getty Images) Seorang pria berjalan melewati bangunan yang hancur di Teheran pada 4 Maret 2026. (AFP via Getty Images)

Polisi berdiri di depan bangunan yang hancur di Teheran setelah serangan udara pada 4 Maret 2026. (AFP via Getty Images)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Lelang Aset Rampasan Tanah-Rumah Koruptor di Jakarta, Ini Daftarnya
• 10 jam lalunarasi.tv
thumb
Jalan Santai Tertimpa Bekas Roket, Ancam Semua Warga Bumi
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
DADA Jalin Kerja Sama dengan Al Azhar Syifa Budi Perkuat Pendidikan Internasional
• 15 jam laludisway.id
thumb
67 Tentara Kuwait Terluka dalam Serangan Pembalasan Iran
• 10 jam laludetik.com
thumb
Bank Mandiri Perkuat Industri Kreatif dengan Gelar Livin Fest Heritage Raya 2026 di Momen Ramadan
• 12 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.