Pada 4 Maret 2026, pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan udara ke Iran. Markas besar lembaga keamanan Iran yang terletak di Teheran dilaporkan hancur akibat serangan tersebut. Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan bahwa serangan militer AS sangat menghancurkan, dan saat ini para pemimpin Iran “entah sudah tewas atau bersembunyi”.
EtIndonesia. Pada 4 Maret, Menteri Perang AS Pete Hegseth bersama Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine memberikan pengarahan di Pentagon mengenai perkembangan terbaru operasi militer yang disebut Operation Epic Fury.
Perang tersebut telah berlangsung sekitar 100 jam. Amerika Serikat dilaporkan telah menyerang sekitar 2.000 target di tiga bidang utama, yaitu:
- lokasi peluncuran rudal,
- angkatan laut Iran,
- serta pabrik industri militer Iran.
Hegseth menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang meraih “kemenangan yang menentukan, menghancurkan, dan tanpa belas kasihan” dalam operasi militer ini. Ia juga menambahkan bahwa para pemimpin Iran saat ini “sudah tewas atau sedang bersembunyi”.
Sementara itu, militer Israel pada 4 Maret menyatakan bahwa mereka telah melancarkan serangan udara “berskala besar” terhadap sebuah fasilitas militer besar di Teheran. Fasilitas tersebut menampung markas berbagai lembaga keamanan Iran, termasuk:
- markas Islamic Revolutionary Guard Corps
- unit Quds Force
- badan intelijen Iran
- organisasi milisi Basij
- pasukan siber Iran
- pasukan khusus keamanan dalam negeri Iran
- serta unit keamanan nasional yang bertugas menekan aksi protes.
Israel Defense Forces (IDF) menyatakan bahwa pada saat serangan terjadi, para pejabat rezim Iran yang bertanggung jawab mengkoordinasikan aktivitas teror terhadap Israel dan negara-negara di kawasan, merencanakan operasi teror, serta menindas rakyat Iran, sedang berada di markas tersebut.
Pejabat Israel secara jelas mengatakan bahwa mereka berharap serangan udara ini dapat menghancurkan mesin “negara polisi” Iran sehingga masyarakat Iran dapat bangkit dan mengambil alih kekuasaan.
Foto-foto yang beredar menunjukkan pusat kota Teheran dipenuhi asap tebal setelah serangan udara. Beberapa kantor polisi dan bangunan di pusat kota mengalami kerusakan parah, sementara warga terlihat berjalan melewati bangunan yang hancur akibat pemboman. (Hui)
Reporter: Luo Tingting / Editor Wen Hui
4 Maret 2026: Asap mengepul dari pusat kota Teheran setelah serangan udara AS. (ATTA KENARE / AFP via Getty Images) 4 Maret 2026: Pemandangan setelah serangan terhadap kantor polisi di pusat kota Teheran. (AFP via Getty Images)4 Maret 2026: Seorang wanita dan anak berjalan melewati bangunan yang rusak di Teheran, yang diserang beberapa hari sebelumnya dalam operasi militer AS-Israel. (Majid Saeedi/Getty Images) 4 Maret 2026: Bangunan-bangunan yang dibom di pusat kota Teheran. (Majid Saeedi/Getty Images) 4 Maret 2026: Pemandangan setelah serangan terhadap kantor polisi di pusat kota Teheran. (Majid Saeedi/Getty Images) 4 Maret 2026: Seorang pria di dalam bangunan yang rusak, yang diserang beberapa hari sebelumnya dalam operasi militer AS-Israel. (Majid Saeedi/Getty Images) Seorang pria berjalan melewati bangunan yang hancur di Teheran pada 4 Maret 2026. (AFP via Getty Images)
Polisi berdiri di depan bangunan yang hancur di Teheran setelah serangan udara pada 4 Maret 2026. (AFP via Getty Images)





