Krido (65 tahun) tengah sibuk di kiosnya di Jalan Ronodigdayan, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Jumat (6/3). Sesekali dia melayani pelanggan yang datang mengambil alat dapurnya yang diservis.
25 tahun sudah dia berprofesi sebagai tukang patri panci dan perkakas dapur lainnya.
Asam garam pekerjaan ini telah dia rasakan. Dari masa jaya hingga saat ini harus bertahan di tengah gempuran produk perkakas online yang murahnya tidak masuk di akal.
Krido bercerita dia sudah menggeluti jasa perbaikan dan pembuatan perkakas dapur ini sejak 2001 ketika memiliki kios ini. Namun, dia telah menggeluti perbaikan seng sejak 1982.
"(Yang dipatri) panci. Terus terutama dulu paling banyak servis kompor minyak. Setiap hari itu ada," kata Krido.
Tempat tangki dan sumbu kompor minyak ini rentan rusak, sehingga pemilik harus memperbaikinya dengan mematri ulang. Servis kompor minyak ini jadi andalan pemasukannya di tahun 2000-an.
"Hilangnya semenjak ada gas 3 kilogram itu. Lama-kelamaan surut," katanya.
"Sampai sekarang yang benar-benar takut pakai gas yang masih bertahan. Tapi ya satu dua karena (minyak tanah) mahal, Rp 15 ribu satu liter," katanya.
Perkakas rumah tangga yang masih diperbaiki di sini seperti panci hingga loyang. Namun itu pun harus bersaing dengan produk online yang murah-murah. Pelanggan pun menurun dari tahun ke tahun.
"Kalah juga sama online. Lebih murah. Kalau kekuatannya ya nggak sebanding tetap kuat yang pesanan. Tapi murahnya, murah online," katanya.
Hal ini menyebabkan banyak masyarakat yang memilih tak memperbaiki lagi perkakas tetapi membeli baru secara online.
"Rusak buang," ujarnya.
Langganan Pedagang dan AngkringanNamun masih ada pelanggan setia Krido. Terutama adalah pedagang dan penjual angkringan. Mereka memilih memperbaiki atau memesan perkakas di tempat Krido karena pertimbangan kualitas.
"Sekarang alat-alat rumah tangga punya warung-warung yang sering dapat pesanan. Katering-katering itu," katanya.
Sementara angkringan membutuhkan teko atau ceret air yang kuat karena harus terus-menerus kena api agar air tetap panas.
Saat ini, Krido mengatakan penghasilannya dalam sehari di bawah Rp 100 ribu.
"Saat ini kurang dari Rp 100 ribu," ujarnya.
Usaha Warisan KeluargaAdi (40), tukang patri lainnya di Jalan Ronodigdayan mengatakan dirinya adalah generasi kedua. Sebelumnya usaha ini dijalani ayahnya dan saat ini digeluti Adi sekitar 10 tahunan ini.
"Nggak sampai 10 tahunan lah soalnya meneruskan tempat bapak. Belajarnya dari bapak," kata Adi.
Adi mengatakan memutuskan keluar dari pekerjaan karena bapaknya sudah tua. Dia ingin meneruskan dan mempertahankan usaha ini.
Di tahun 2026 ini, Adi mengatakan pelanggan semakin hari semakin berkurang. Apalagi sejak kemunculan produk online yang murah.
"Online banyak. Loyang itu kan banyak online. Kompor minyak ganti kompor gas. Terus daya servis juga berkurang banyak," katanya.
"Dulu itu daripada beli mending diservis, sekarang mendingan beli. Kan online murah. Walau kualitas menurun banyak," tuturnya.
Langganan yang datang ke sini adalah pelanggan lama dan pedagang yang butuh keawetan perkakasnya.
"Tahu bahan lah. Buat apa kegunaan itu tahu," ujarnya.
Di luar perkakas rumah tangga, berdasarkan pengalaman kerjanya Adi membuat papan periklanan. Selain itu dia juga memperbaiki tangki sepeda motor.
"Neon box itu kerjaan di rumah saya. Sama rehab-rehab tangki," katanya.
Di momen-momen jelang Lebaran seperti ini, dahulu semua alat dapur masyarakat keluar untuk diperbaiki karena akan digunakan saat Lebaran. Namun kini hal itu tak terjadi lagi.
"Lebaran dulu kompor minyak banyak, loyang oven itu hampir satu bulan sebelum puasa pada servis pada bikin karena mau dipakai bikin-bikin roti itu," ujarnya.
Adi mengistilahkan zaman dahulu pekerjaan ini bisa menghasilkan tabungan. Namun sekarang hanya bisa untuk bertahan.
"Sekarang payu (laku) tapi nyelengi (nabung) nggak bisa. Buat hidup aja tombok," katanya.
Meski begitu, Adi bertekad sekuat tenaga mempertahankan usaha warisan bapaknya ini.
"Kuat-kuatan bertahan kalau ke depannya daya saing dengan online harus kuat-kuatan bertahan juga," pungkasnya.





