Presiden ke-7 Jokowi buka suara terkait pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta mantan wapres di Istana Jakarta, Selasa (3/3).
Jokowi menegaskan pertemuan tersebut membahas dua hal yaitu mengenai masuknya Indonesia ke Board of Peace (BoP) dan yang kedua mengenai tarif dagang Indonesia Amerika.
“Ya beliau Bapak Presiden menjelaskan mengenai dua hal besar yaitu mengenai masuknya Indonesia ke BoP dan yang kedua mengenai tarif dagang Indonesia Amerika,” ujar Jokowi di kediaman Solo, Jumat (6/3).
Dia menyebut Presiden Prabowo menyampaikan perlu berada di dalam forum tersebut untuk membangun sebuah dialog yang baik agar dunia menjadi lebih damai.
“Mengenai BoP beliau menyampaikan bahwa perlunya kita berada di dalam forum itu untuk membangun sebuah dialog yang baik agar dunia menjadi lebih damai,” kata dia.
Kemudian mengenai tarif dagang, kata dia, juga dijelaskan bahwa tarif itu yang justru lebih banyak itu adalah yang 0%. Karena ada 1.800 item komoditi barang yang diberikan bebas tarif 0%
“Ini banyak diketahui oleh masyarakat. Kemudian pentingnya tarif bagi kita ya agar ekspor kita ke Amerika semakin banyak karena kita dengan Amerika sudah surplus,” ucap dia.
Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan neraca perdagangan Indonesia Amerika sudah surplus lebih dari USD 18 miliar.
Ia menambahkan dalam pertemuan tersebut menyampaikan pendapat, memberikan saran baik itu SBY, JK, dan Boediono hingga Ma’ruf Amin. Ketua parpol serta mantan-mantan menteri luar negeri semuanya memberikan masukan.
“Yang menurut saya pertemuan sangat baik. Forum-forum seperti itu dilakukan secara rutin,” pungkasnya.





