Kemenkes Pastikan Vaksin Campak MR Aman, Sudah Kantongi Izin Edar BPOM

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan vaksin campak measles rubella (MR) aman digunakan masyarakat karena sudah mengantongi izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia menuturkan, vaksin tersebut telah melalui proses yang panjang sebelum diedarkan untuk program vaksinasi nasional, khususnya untuk penyakit campak.

"Vaksin yang akan kita gunakan telah mendapatkan izin edar dari Badan POM, di mana telah dinyatakan bahwa khasiat dan keamanannya sudah terjamin," kata Lucia, saat konferensi pers secara daring, Jumat (6/3/2026).

Lucia mengatakan, pemilihan vaksin untuk program imunisasi nasional ini dilakukan melalui kajian Kementerian Kesehatan bersama Komite Imunisasi Nasional.

Baca juga: Kemenkes Ingatkan Selebgram Ruce Nuenda yang Kena Campak tapi Beraktivitas

"Jangan khawatir program vaksinasi nasional karena telah dilakukan kajian yang saksama oleh Kementerian Kesehatan dan dilakukan bersama Komite Imunisasi Nasional," imbuh dia.

Lucia menerangkan bahwa efek samping yang dihasilkan setelah imunisasi campak masih bersifat wajar dan hanya berlangsung sementara.

Pada vaksin MR, kata Lucia, efek samping yang dihasilkan berupa rasa nyeri ringan pada lokasi suntikan, demam ringan, ruam-ruam.

"Efek samping pemberian vaksin ini pada umumnya sangat rendah dan bisa hilang sekitar 24 jam," tutur dia.

Ia juga menegaskan bahwa vaksin tersebut telah memenuhi standar prakualifikasi World Health Organization (WHO) sehingga dapat digunakan secara luas dalam program imunisasi.

"WHO telah memastikan bahwa vaksin ini memiliki efficacy dan safety yang baik untuk digunakan pada jutaan anak di seluruh dunia," tutur dia.

Baca juga: Anggota DPR Dukung Prabowo Evaluasi Keanggotaan RI di BoP Usai AS Serang Iran

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Karena itu, Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi hoaks serta klaim yang menyatakan vaksin mengandung mikrocip atau senjata pemusnah massal.

"Informasi bahwa vaksin mengandung mikrocip atau senjata pemusnah massal adalah hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ahmad Doli & Ray Rangkuti soal Bupati Pekalongan Tersangka Korupsi, Ngaku Tak Tahu Aturan ke KPK
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Iran Tunda Pemilihan Pemimpin Tertinggi karena Risiko Keamanan
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Delpedro Marhaen dan 3 Aktivis Divonis Bebas, Tak Terbukti Lakukan Penghasutan
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bolivia Musnahkan Tanaman Koka Ilegal, Kerja Sama dengan DEA Kembali Dibuka
• 3 jam laludetik.com
thumb
JPU Buktikan Nadiem Perkaya Diri Lebih Dari Rp 6 Triliun di Kasus Chromebook
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.