HUT ke-65 Kostrad, Panglima TNI: Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Multidimensi

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Kostrad menginjak usia ke-65. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meminta satuan tempur ini terus hadir menjaga kedaulatan dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Bertindak sebagai Inspektur dalam Upacara Peringatan HUT ke-65 Kostrad di Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026), Agus mengingatkan nilai-nilai tradisi dan sejarah pengabdian Kostrad kepada bangsa dan negara.

“Rekam jejak pengabdian tertulis jelas. Setiap panggilan tugas, baik dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang. Kostrad selalu hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, menjamin stabilitas nasional dan membantu rakyat di tengah situasi darurat maupun bencana,” ujarnya. 

Menurut Agus, kiprah tersebut menjadi wujud nyata dari peneguhan identitas Kostrad sebagai pasukan yang prima, profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif. Apalagi, kemampuan itu dibutuhkan di tengah dinamika global yang perkembangan teknologi yang melaju cepat dengan kecerdasan buatan.

Baca JugaTolak Pengiriman Pasukan ke Gaza, Forum Purnawirawan: TNI Bukan Tentara Bayaran

“Rivalitas kekuatan besar, konflik global dan regional yang terus meningkat, serta ancaman perang hibrida. Karakteristik ancaman telah bertransformasi secara cepat menuju perang siber, perang media, hingga dominasi teknologi persenjataan modern,” kata ujarnya.

Oleh karena itu, Agus mengingatkan, Kostrad harus siap bertempur dan menang dalam setiap spektrum peperangan. Apalagi, dalam kerangka stabilitas nasional, Kostrad memegang peran yang sangat strategis.

“Peperangan multidimensi adalah realitas yang harus kita hadapi. Menghadapi ancaman multidimensi ini, saya perintahkan bahwa Kostrad harus selalu siap bertempur dan menang,” tegasnya.

Para personel Kostrad juga diminta untuk selalu meningkatkan kemampuan melalui latihan yang terukur. Selain itu, pembinaan satuan yang konsisten kesiapsagaan operasional yang optimal demi menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI.

Peperangan multidimensi adalah realitas yang harus kita hadapi. Menghadapi ancaman multidimensi ini, saya perintahkan bahwa Kostrad harus selalu siap bertempur dan menang.

“Saya selaku Panglima TNI yakin dan optimistis bahwa Kostrad akan terus berdiri tegak sebagai kebanggaan TNI dan seluruh rakyat Indonesia. Teruslah kobarkan semangat pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Agus.

Selain Panglima TNI yang didampingi Panglima Kostrad Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar, acara ini dihadiri Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, serta dihadiri Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Tonny Harjono, dan para sesepuh Kostrad dari masa ke masa.

Selain itu, juga hadir Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dan Menteri Luar Negeri Soegiono. Djamari juga sempat menjabat sebagai Pangkostrad ke-24 dan memimpin dalam kurun 1998-1999 menggantikan Prabowo Subianto.

HUT ke-65 Kostrad mengusung tema “Kostrad Prima Untuk Indonesia Maju” dan diikuti oleh 1.500 prajurit Kostrad yang tergabung dalam lima Satuan Setingkat Batalyon (SSY). Kegiatan ini disemarakkan oleh demonstrasi ketangkasan prajurit Kostrad, di antaranya Rampak Bedug, Pencak Silat Militer, hingga defile pasukan.

Baca JugaPengiriman Pasukan ke Gaza Bisa Coreng Kredibilitas Indonesia

Acara ini ditutup dengan doa bersama sambil berbuka puasa di lapangan tempat upacara berlangsung. Sejumlah undangan, termasuk di antaranya 400 anak yatim yang menerima santunan, duduk berbaris dan mendengarkan Ustaz Adi Hidayat yang memberikan ceramah singkat sebelum berbuka puasa.

Dalam ceramahnya, Adi Hidayat menyinggung pertempuran David atau dikenal umat Islam sebagai Nabi Daud dengan Goliat yang sebenarnya tidak seimbang. Namun, dengan kecerdasannya dan kemampuan fisik yang terasah, pertempuran itu bisa dimenangkan Daud.

Adi Hidayat juga menyinggung senjata panah Cakra Baskara yang menjadi inspirasi dalam logo Kostrad. Senjata yang muncul dalam kisah Mahabrata itu memiliki nilai-nilai kebijaksanaan, kekuatan intelektual, dan kewibawaan.

“Saya berharap, Kostrad mampu mengambil spirit dari algoritma cakra ini. Kapan dibutuhkan, kita siap, kita tangguh, kita bijak, menjadi cakra kebanggaan untuk Indonesia,” kata Adi Hidayat.



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Biaya Perang AS di Iran Habiskan Sekitar Rp98 Triliun Hanya dalam 100 Jam
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menaker Tegaskan Pelaku Usaha Wajib Beri THR/BHR Sesuai Ketentuan
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Tawarkan Diri Datang ke Teheran untuk Redakan Ketegangan Iran-AS-Israel
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Agung Podomoro Salurkan Santunan Anak Yatim di Berbagai Daerah, Bantu Korban Banjir Aceh
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Semen Padang Tunjuk Imran Nahumarury jadi Pelatih Baru
• 14 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.