Soroti Tren Kasus Bunuh Diri Remaja, Waka MPR: Butuh Langkah Nyata Tangani Kesehatan Jiwa

jpnn.com
11 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyampaikan butuh komitmen dan kerja nyata semua pihak untuk mewujudkan upaya yang lebih baik dalam pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja.

"Dibutuhkan langkah nyata yang lahir dari komitmen bersama yang kuat untuk membangun mekanisme pencegahan dan penanganan kesehatan jiwa bagi generasi penerus bangsa," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/3).

BACA JUGA: Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wamensos Tekankan Pentingnya Data Warga Miskin

Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak ditandatangani sembilan menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kamis (5/3).

Hadir menandatangani SKB itu adalah Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri Komunikasi dan Digital, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

BACA JUGA: Walkot Farhan: Ternyata Tingkat Bunuh Diri di Kota Bandung Sudah Mengkhawatirkan

Menurut Lestari, SKB yang ditandatangani sembilan menteri itu harus mampu menumbuhkan komitmen kuat pihak-pihak terkait untuk membangun ekosistem yang mendukung perkembangan jiwa anak dan remaja ke arah yang lebih baik.

"Efektivitas kerja sama para pihak terkait untuk membangun kesehatan jiwa yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa harus segera terwujud, mengingat tren kasus bunuh diri remaja yang meningkat," kata Rerie, sapaan akrab Lestari.

BACA JUGA: Polisi Identifikasi Jasad Korban Bunuh Diri dari Flyover Pasupati Bandung

Data Polri mencatat kasus bunuh diri pada kelompok usia anak (0-15 tahun) meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun, yaitu dari 604 kasus pada 2022 menjadi 1.498 kasus pada 2024.

Selain itu, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) pada 2024, tercatat 62,19 persen anak dengan masalah kesehatan jiwa juga mengalami kekerasan dalam 12 bulan terakhir.

Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR, upaya mewujudkan penguatan fungsi keluarga dan pengasuhan positif di tengah masyarakat yang menjadi salah satu tujuan SKB tentang Kesehatan Jiwa itu, bukan hal yang mudah.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap upaya yang dilakukan para menteri tidak sebatas menandatangani SKB, tetapi lebih dari itu sejumlah keputusan yang telah diambil harus segera direalisasikan dengan langkah nyata.

"Sehingga rentetan kasus kekerasan dan bunuh diri anak bisa segera ditekan dan diatasi, sebagai bagian dari upaya melahirkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing di masa depan," tegas Rerie. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada! Pasutri di Banten Iming-iming Remaja Kerja Restoran, Malah Diperdagangkan Lewat MiChat
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Wamendag Pastikan Harga MinyaKita Tetap Rp15.700 per Liter Jelang Lebaran
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Jakarta Tuan Rumah ASOCIO Digital AI Summit 2026, Perkuat Kolaborasi di Asia-Oseania
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Luncurkan Buku, Syahganda Nainggolan Bedah Arah Demokrasi hingga Tawarkan Kerangka Ide Bernama "Prabowonomics"
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Dinyatakan Bebas, Delpedro Sampaikan Pesan Khusus untuk Menko Yusril
• 16 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.