Makassar, ERANASIONAL.COM – Seorang remaja berusia 18 tahun di kota Makassar diduga tewas akibat ditembak perwira polisi.
Insiden berdarah itu terjadi saat aparat kepolisian membubarkan aksi perang-perangan menggunakan senjata mainan di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar Minggu (1/3).
Informasi yang berhasil dihimpun Holopis.com, korban sempat dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Makassar sebelum dinyatakan tewas.
Orang tua korban Desi Manutu (41) mengaku mendapat kabar saat berada di jakarta bahwa anaknya dilarikan ke rumah sakit
“Saya dapat kabar anak saya dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara. Namun tidak diberi tau kalau dia meninggal,”jelas Desi, Jumat (6/3).
Namun satu jam kemudian, dia mendapat kabar bahwa anaknya meninggal dan didga ditembak polisi saat membubarkan konvoi remaja.
“Polisi memberi tahu bahwa anaknya ikut konvoi dan tawuran lalu kena tembakan. Saya kaget, kenapa anak saya ditembak, biasanya polisi kasi tembak peringatan ke atas,”geramnya.
Informasih keluarga kata Desi anaknya terkena tembak di bagian pantat. Namun saat itu Desi tidak melihat langsung jenazah anaknya karena sudah berada di dalam peti saat ia tiba di Makassar.
“Mereka bilang terkena tembakan di pantat, tapi saya tidak lihat langsung,”ucapnya dengan lirih.
Desi mengaku melihat wajah anaknya di dalam peti dengan kondisi bengkak, seperti ada benjolan.
Desi mendapat informasih kejadiannya di dekat PLN Jalan Toddipuli Makassar, saat itu anaknya sempat dibawa ke fasilitas kesehatan sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar.
“anak saya masih hidup saat dibawa. Dia sempat minta air minum. Tapi kondisinya sangat drop sekali, tidak lama kemudian dia meninggal,”tutur Desi.
Saat ini anaknya sudah dilakukan autopsi. Itu atas permintaan dirinya dan keluarga untuk mengetahui penyebab anaknya meninggal.
“Saya dan keluarga minta di autopsi saat masih di Jakarta. Dan itu sudah dilakukan sambil menunggu hasilnya,”jelsnya.
Desi diberi tau kronologi kejadian bahw awalnya polisi melepskan tembakan ke udara. Namun dalam proses pengamanan, senjata yang dipegang polisi meletus dan mengenai anaknya.
“Katanya mereka tembak ke udara satu kali dan saat memegang anak saya senjata kembali meletus dan mengenai dia. Mereka mengaku tidak sengaja. Sata tidak terima,”geramnya.
Dia berharap proses hukum berjalan dengan transparan dan tuntas.
“Saya harap pelaku diproses hukum. Masa anak saya ditembak kaya teroris. Agar anak saya tenang di alam saya,”harapnya. []





