Jakarta: Sebanyak 51 ibu rumah tangga di kawasan Tapos, Depok, Jawa Barat, sukses mencatatkan pendapatan hingga jutaan rupiah dalam satu hari melalui pelatihan pembuatan kue kering jelang Lebaran 2026. Program bertajuk “Resep Viral, Peluang Cuan Maksimal” ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan memasak, tetapi juga strategi pemasaran digital untuk mengoptimalkan potensi pasar yang melonjak drastis menjelang Lebaran.
"Pelatihan ini bertujuan untuk membuka peluang usaha bagi emak-emak. Jadi emak-emak bisa mandiri, sambut lebaran raup cuan,” ujar Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangan tertulis, dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 6 Maret 2026.
Baca Juga :
Perbedaan Malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar yang Perlu Diketahui Umat IslamSandiaga menjelaskan bahwa pemilihan menu seperti choco chips cookies dan sagu keju pandan gula aren didasari oleh tingginya permintaan konsumen. Menurutnya, momen Ramadan dan Lebaran adalah peluang emas bagi para ibu untuk membantu perekonomian keluarga melalui produk yang bahan bakunya mudah didapat namun memiliki nilai jual tinggi.
"Momen jelang lebaran ini bisa dimanfaatkan untuk buka usaha, kue kering ini misalnya karena memang permintaan sedang tinggi-tingginya," kata Sandiaga.
Para peserta ditantang membuka sistem pre-order langsung di lokasi pelatihan, Kopi Taman Dinari, Depok. Hanya dalam waktu singkat, terkumpul 161 pesanan dengan harga Rp60.000 per kemasan, yang menghasilkan total omzet sebesar Rp9.660.000.
Kesuksesan ini juga didukung oleh penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT. Penggunaan AI ini untuk menyusun konten promosi yang menarik minat pembeli.
Program bertajuk “Resep Viral, Peluang Cuan Maksimal” bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi perempuan. Foto: Dok. Istimewa.
Untuk memastikan keberlanjutan bisnis ini, para peserta akan mengikuti pendampingan intensif selama tiga minggu ke depan. Selama masa tersebut, mereka akan dibimbing untuk memperdalam strategi pemasaran digital dan teknik manajemen usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui program ini, para ibu diharapkan memiliki kemandirian ekonomi yang berkelanjutan melampaui momen Lebaran.


