Serangan drone menghantam bandara dan fasilitas minyak di Irak selatan. Sementara di Irak utara, serangan menargetkan kelompok militan.
Dilansir AFP, Jumat (6/3/2026), seorang pejabat di provinsi Basra, Irak selatan mengatakan drone jatuh di dekat bandara. "Sebuah drone jatuh ke terminal kargo di bandara Basra," kata seorang pejabat keamanan kepada AFP.
Pejabat tersebut menambahkan 2 drone lainnya menghantam perusahaan Amerika Serikat (AS) di kompleks minyak Burjesia. Drone yang keempat menghantam ladang minyak Rumaila, tempat perusahaan energi besar BP beroperasi. Belum diketahui asal serangan drone itu.
Irak, yang sejak lama menjadi medan pertempuran proksi antara AS dan Iran, mengatakan bahwa mereka tidak ingin terseret ke dalam perang yang melanda Timur Tengah. Tetapi Irak tidak terhindar dari dampaknya.
Irak terseret ke dalam perang sejak awal, dengan serangan yang dituduhkan kepada Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak. Kelompok ini bersumpah untuk tidak bersikap netral dan mengklaim serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di negara itu.
Wilayah otonom Kurdistan di utara, yang menampung pasukan AS, telah menjadi target utama serangan.
Ledakan terdengar pada hari ini di dekat bandara di ibu kota Kurdistan, Erbil, tempat drone telah berulang kali dicegat.
Kementerian Sumber Daya Alam Kurdistan mengatakan bahwa produksi minyak di ladang minyak yang dioperasikan oleh perusahaan AS HKN Energy telah dihentikan setelah serangan sehari sebelumnya di provinsi Dohuk.
Dia mengatakan serangan itu diluncurkan dari daerah-daerah di Irak federal, dan mendesak Baghdad untuk mencegah serangan serupa terhadap warga sipil, infrastruktur ekonomi, dan sektor minyak dan gas di wilayah utara.
Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada AFP bahwa serangan itu dilakukan dengan dua drone.
Kurdistan Irak juga menjadi lokasi kamp dan pangkalan belakang yang dioperasikan oleh beberapa kelompok pemberontak Kurdi Iran, yang telah berulang kali diserang Iran sejak awal perang.
Teheran mengancam pada hari Jumat untuk menargetkan semua fasilitas di wilayah tersebut jika militan Kurdi Iran diizinkan memasuki Iran.
Sejauh ini, belum ada pasukan yang memasuki Iran. Hal ini diungkap oleh beberapa sumber dari pihak oposisi kepada AFP pada hari Kamis kemarin.
Pada hari ini, serangan baru menghantam militan Kurdi, kata seorang pejabat dari Partai Demokrat Kurdistan Iran yang diasingkan.
"Pangkalan kami diserang oleh musuh, Iran," kata pejabat PDKI kepada AFP.
Kurdi Iran menaruh harapan pada perang yang akan melemahkan republik Islam Iran dan bahkan mungkin akan bersekutu dengan Amerika Serikat.
(lir/ygs)





