Serangan udara Israel menghantam sebuah rumah di Kota Majdal Selm, Lebanon selatan. Sekeluarga tewas akibat serangan itu.
Dilansir Al Jazeera, Jumat (6/3/2026), Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan serangan itu telah menewaskan sembilan anggota keluarga yang sama. NNA melaporkan sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Selain itu, reporter Al Jazeera di lapangan melaporkan bahwa dua serangan udara Israel telah menargetkan Kota Hanin, Lebanon.
Selain itu, pasukan Israel telah menargetkan daerah Kfarjouz di Nabatieh, juga di Lebanon selatan.
Beberapa hari terakhir, Israel meningkatkan serangan ke Lebanon. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan serangan Israel ini membawa kesengsaraan dan penderitaan bagi warga Lebanon.
Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan warga sipil Lebanon "membayar harga yang sangat mahal" dalam kampanye pengeboman dan serangan darat Israel yang meluas.
PBB mengatakan luasnya evakuasi massal akibat serangan di pinggiran Beirut dan Lembah Bekaa membuat sangat sulit bagi penduduk untuk mematuhinya.
"Oleh karena itu mempertanyakan efektivitasnya, sebuah persyaratan berdasarkan hukum humaniter internasional, dan berisiko berujung pada pengusiran paksa yang dilarang", tulis juru bicara Ravina Shamdasani dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.
Dia mengatakan evakuasi yang dikombinasikan dengan serangan terhadap bangunan tempat tinggal oleh Israel ini menambah kesengsaraan dan penderitaan bagi penduduk sipil yang sudah lelah.
"Kami mendesak para pihak untuk mundur dari ambang eskalasi besar konflik ini di Lebanon," tambah Shamdasani.
(lir/lir)





