JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah sempat berdampak pada perjalanan puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang sedang melakukan wisata rohani di Yordania.
Namun, situasi tersebut kini mulai teratasi setelah mereka berhasil meninggalkan negara itu melalui rute penerbangan alternatif.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan, setidaknya 27 WNI dari beberapa rombongan berbeda telah keluar dari Yordania.
Mereka menggunakan jalur penerbangan alternatif melalui Kairo setelah penerbangan langsung yang sebelumnya dijadwalkan dibatalkan.
Menurut penjelasan Kemlu RI, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman terus menjalin komunikasi dengan para WNI tersebut sejak awal mereka melaporkan masalah pembatalan penerbangan.
“KBRI Amman terus aktif berkomunikasi dan memantau kondisi rombongan wisatawan tersebut. Sejauh ini sudah ada 27 WNI wisatawan rohani dari rombongan berbeda yang meninggalkan Yordania dengan penerbangan alternatif via Kairo,” menurut pernyataan Kemlu RI saat dikonfirmasi di Jakarta, seperti dikutip Antara, Jumat (6/3).
Baca Juga: Kemenkes Pastikan Vaksin MR Aman untuk Imunisasi Campak, Sudah Lolos BPOM dan Evaluasi WHO
Kronologi Pembatalan Penerbangan
Salah satu rombongan wisatawan rohani sebelumnya baru saja menyelesaikan perjalanan ke situs bersejarah Petra, salah satu destinasi wisata paling terkenal di Yordania.
Rombongan tersebut pertama kali menghubungi KBRI Amman pada Senin (2/3).
Mereka menyampaikan kekhawatiran setelah penerbangan pulang ke Indonesia yang dijadwalkan pada Rabu (4/3) dibatalkan.
KBRI Amman langsung merespons laporan tersebut dengan memberikan sejumlah pilihan penerbangan alternatif yang dapat digunakan untuk kembali ke tanah air.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- wni
- yordania
- kbri amman
- kemlu ri
- konflik timur tengah
- iran amerika serikat israel





