Tiga penjaga perdamaian asal Ghana yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) terkena serangan rudal pada Sabtu (7/3).
Dilansir dari Al Jazeera, serangan rudal itu menghantam markas UNIFIL di Qawzah. UNIFIL memperingatkan bahwa serangan terhadap markasnya dapat merupakan kejahatan perang.
UNIFIL mengatakan serangan tersebut melukai tiga orang, dan salah satunya telah dipindahkan ke rumah sakit di Beirut untuk mendapatkan perawatan.
“Tidak dapat diterima bahwa pasukan penjaga perdamaian yang menjalankan tugas berdasarkan mandat Dewan Keamanan menjadi sasaran serangan,” kata UNIFIL.
“Setiap serangan terhadap penjaga perdamaian UNIFIL merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional,” lanjutnya.
Angkatan bersenjata Ghana menyatakan dua tentaranya mengalami luka kritis ketika rudal menghantam markas tersebut.
Baik UNIFIL maupun militer Ghana belum menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu.
Saat ini Lebanon sendiri tengah diinvasi Israel melalui serangan darat dan udara. Israel menyerang Hizbullah.





