JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan stok pangan di Ibu Kota aman di tengah perang antara Amerika Serikat (AS) dan Isreal dengan Iran. Stok pangan di Jakarta bahkan melebihi kapasitas yang tersedia.
"Jadi untuk Jakarta hal yang menyangkut kebutuhan pokok mulai dari beras, daging, cabai merah keriting dan yang lain-lain kami menjamin aman. Bahkan kami kelebihan stok sebenarnya," kata Pramono di Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
Ia menambahkan, harga pangan di pasaran juga masih tergolong stabil, meski ada salah satu komoditas yang harganya naik. Namun, kenaikan tersebut bukan disebabkan situasi di Timur Tengah.
"Sampai hari ini terbukti di pasar tidak ada kenaikan yang signifikan. Bahwa ada kenaikan cabai merah keriting kemarin hanya sekitar 3 persen, 4 persen, 5 persen dan mudah-mudahan ini kita bisa jaga," ucapnya.
Dalam menghadapi Lebaran 2026 ini, Pemprov DKI Jakarta telah memitigasi potensi kenaikan harga daging di pasar. Strategi agar tak terjadi kenaikan harga daging, Pemprov DKI telah melakukan impor sapi sebelum bulan puasa.
"Termasuk yang paling utama adalah daging. Kenapa kemudian kemarin daging kami mengimpor dan masuk 2000-an apa ekor, betul-betul kami persiapkan supaya harga daging di Jakarta tidak mengalami kenaikan," ucapnya.
Namun, Pemprov DKI Jakarta akan terus memantau situasi geopolitik yang berpotensi mempengaruhi kenaikan harga pada sejumlah komoditas.
(Erha Aprili Ramadhoni)




