CEK FAKTA: Cadangan BBM Hanya Sampai 20 Hari Picu Panic Buying

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Panic buying bahan bakar minyak (bbm) terjadi di tengah masyarakat setelah muncul isu bahwa stok hanya cukup sampai 20 hari imbas konflik di Timur Tengah.

Isu ini memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Jember, Jawa Timur.

Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat terjadi di beberapa SPBU Jember pada Jumat (6/3) pagi hingga siang.

Panic buying juga terjadi di wilayah Aceh, imbas kekeliruan pernyataan stok dan kenaikan harga BBM di tengah konflik Timur Tengah.

CEK FAKTA

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan stok BBM hanya sampai 20 hari karena terkait dengan kemampuan daya tampung (storage) yang dimiliki Indonesia.

"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari," katanya dikutip dari Antaranews, Sabtu.

Baca Juga

  • Purbaya Kirim Sinyal Naikkan Harga BBM Subsidi Imbas Perang AS-Iran
  • ESDM Imbau Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Dipastikan Aman
  • Pertamina Fokus Amankan Pasokan BBM, Imbau Warga Tetap Tenang

Menurut Bahlil, standar nasional minimal berada di angka 20–21 hari, sementara maksimalnya sekitar 25 hari. Dalam rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN), rata-rata ketahanan stok BBM nasional tercatat berada di level 22–23 hari.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan stok bukan disebabkan ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan pasokan, melainkan karena kapasitas tangki penyimpanan yang belum mencukupi untuk menampung cadangan lebih besar.

“Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Bahlil meminta agar pemberitaan terkait stok BBM tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia mengatakan bahwa persoalannya terletak pada infrastruktur penyimpanan, bukan pada ketersediaan pasokan energi.

Sejalan dengan itu, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman di tengah kebutuhan Ramadhan dan Lebaran 2026 hingga dinamika geopolitik global.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan bahwa ketersediaan BBM yang berada pada kisaran sekitar 21 hari merupakan stok atau pasokan operasional yang secara normal dikelola dalam sistem logistik energi nasional. Hal ini guna menjamin kelancaran distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia.

"Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional. Stok ini terus dilakukan top-up/re-fill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin dan berkala, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM," ujar Roberth.

Ia menambahkan, Pertamina memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah Indonesia.

Sistem tersebut memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat secara merata.

Oleh sebab itu pihaknya meminta masyarakat untuk tidak panic buying karena justru akan menimbulkan terganggunya distribusi yang seharusnya normal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, RI Tempuh Diplomasi ke Iran
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Jakarta Tuan Rumah ASOCIO Digital AI Summit 2026, Perkuat Kolaborasi di Asia-Oseania
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gegara Perang Iran vs AS-Israel, PSSI Bingung Bagaimana Rute Penerbangan Pemain Timnas Indonesia
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Gara-gara AI, Banyak Gen Z Lebih Pilih Jadi Tukang Ketimbang Kuliah
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dampak Timur Tengah Memanas, Kelompok Wisata Religi Tertahan | KOMPAS MALAM
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.