REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Fitrah Ernawati mengusulkan agar jumlah telur diperbanyak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama bulan Ramadhan.
“Karena bulan Ramadhan, sebenarnya kalau diberi telur kan awet. Saya lebih prefer ke telur,” kata Fitrah dalam diskusi di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga
Bahlil Ingin Kebut Konversi Motor Bensin Jadi Motor Listrik, Ini Rekam Jejak Programnya
Nuzulul Quran 17 Ramadhan: Bagaimana Proses Turunnya Alquran?
Muhammadiyah Terbitkan Fatwa Kripto, Boleh Jadi Aset tapi...
Ia menyampaikan hal tersebut menanggapi adanya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang memberikan makanan instan atau biskuit olahan agar dapat dikonsumsi para siswa setelah berbuka puasa.
Menurut dia, terdapat laporan yang menyebutkan beberapa SPPG memberikan menu MBG berupa roti, susu, dan buah naga yang dibagikan untuk konsumsi selama tiga hari. Fitrah menilai gizi yang terkandung dalam ketiga makanan tersebut tidak seimbang dan cenderung mengandung gula berlebih.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Ini hipotesis saja, roti kemudian susu itu saya sering melihat banyak gulanya. Vitamin dan mineralnya sedikit,” ujarnya.
Meskipun kandungan vitamin dan mineral bisa terpenuhi dari buah naga, kata dia, jumlahnya perlu diperbanyak dan tidak dapat dicukupi hanya dengan satu buah untuk tiga hari.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)