Meski menguat pada Jumat (6/3), emas mencatatkan penurunan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir seiring penguatan dolar AS menahan laju kenaikannya.
IDXChannel - Harga emas dunia naik pada Jumat (6/3/2026) usai data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan menjaga harapan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed)
Namun, logam mulia ini mencatatkan penurunan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir seiring penguatan dolar AS menahan laju kenaikannya.
Emas spot naik 1,77 persen menjadi USD5.171,06 per troy ons pada Jumat, tetapi secara mingguan masih turun 2,06 persen.
Trader logam independen Tai Wong mengatakan laporan payrolls yang sangat lemah memunculkan kekhawatiran stagflasi.
“Laporan payrolls yang sangat lemah, dengan kehilangan pekerjaan besar di sektor swasta serta kenaikan upah, memunculkan bisikan stagflasi. Kita lihat apakah ini cukup untuk membantu emas pulih dari pekan yang mengecewakan,” ujarnya, dikutip Reuters.
Data menunjukkan nonfarm payrolls (NFP) turun 92.000 pekerjaan bulan lalu, berbanding terbalik dengan ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 59.000 pekerjaan.
Sementara itu, tingkat pengangguran naik menjadi 4,4 persen.
Dari sisi geopolitik, Israel menggempur Beirut setelah memerintahkan evakuasi besar-besaran seluruh wilayah pinggiran selatan ibu kota Lebanon.
Langkah ini menandai perluasan besar perang melawan Iran yang dimulai sepekan lalu bersama Amerika Serikat.
Indeks dolar AS mencatat kenaikan mingguan terkuat dalam lebih dari satu tahun, karena konflik yang semakin memanas di Timur Tengah meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.
Penguatan dolar membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sehingga menekan harga logam tersebut meski dikenal sebagai aset lindung nilai saat risiko meningkat.
Trader logam mulia di InProved, Hugo Pascal, mengatakan tekanan juga datang dari sistem perdagangan otomatis.
“Ada penjualan otomatis dari pelaku yang menggunakan algoritma perdagangan ketika dolar menguat. Itu menjadi bagian dari tekanan terhadap kinerja logam mulia pekan ini,” katanya.
Pejabat Federal Reserve (The Fed) akan bertemu pada 18 Maret. Mereka diperkirakan menahan suku bunga tetap, sementara pemangkasan pertama secara luas diperkirakan terjadi pada Juli, menurut alat CME FedWatch.
Emas sering dipandang sebagai lindung nilai inflasi jangka panjang, tetapi biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil. Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik lebih dari 18 persen.
Di tengah memanasnya konflik Iran, harga minyak mentah menuju kenaikan mingguan terbesar sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, yang kembali memicu kekhawatiran inflasi.
Di pasar logam lainnya, perak spot naik 2,6 persen menjadi USD84,30 per ons.
Platinum spot naik 0,5 persen menjadi USD2.131,50, sedangkan paladium turun 1,1 persen menjadi USD1.646,84. Meski demikian, seluruh logam tersebut membukukan penurunan mingguan. (Aldo Fernando)





