Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Jakarta tetap terbuka bagi siapa pun, termasuk para pendatang usai periode mudik Lebaran. Hal itu disampaikan sebagai respons atas pertanyaan wartawan soal sikap Pemprov DKI dalam menghadapi potensi penyempitan lapangan kerja setelah gelombang arus balik.
Pram—sapaan Pramono—mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan operasi yustisi maupun penyaringan khusus terhadap pendatang baru.
“Yang pertama, Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun. Sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan apa, yustisi ataupun screening untuk itu,” tutur Pram pada wartawan usai meresmikan Festival Bedug di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Sabtu (7/3).
Menurut dia, kesempatan bekerja di Jakarta juga tetap terbuka bagi masyarakat. Namun, ia mengingatkan situasi global saat ini menuntut kewaspadaan.
“Yang kedua, ruang untuk bekerja di Jakarta juga terbuka. Tetapi memang dalam kondisi dunia yang seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana, Ukraina, Rusia, sekarang di Timur Tengah ada Israel dengan Amerika dan juga dengan Iran, menurut saya kita harus penuh kehati-hatian,” tegas Pram.
Politikus PDIP itu juga memastikan pemerintah provinsi telah menyiapkan kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri. Beberapa komoditas yang dipastikan tersedia antara lain beras, daging, cabai merah, dan cabai keriting.
“Alhamdulillah stok di Jakarta, saya tegaskan stok di Jakarta aman, lebih dari cukup. Mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan yang signifikan,” kata dia.
Ia meyakini harga kebutuhan pokok relatif stabil karena ketersediaan stok yang dinilai lebih dari cukup.





