Viral! Video “Boti” Ramai di TikTok, Satgas PPA Kalteng Minta Orang Tua Waspadai Konten Anak

eranasional.com
17 jam lalu
Cover Berita

Palangka Raya, ERANASIONAL.COM – Sebuah video yang memperlihatkan pria dengan gaya feminin di Kota Palangka Raya, beredar luas di TikTok kembali memicu perbincangan publik.

‎Video yang diunggah oleh akun TikTok milik pendot_yeye02 tersebut ramai dibagikan dan memunculkan istilah “BOTI alias Bencong” di kalangan warganet.

Sehingga memicu kekhawatiran sebagian masyarakat terkait dampak terhadap anak-anak dan remaja.

Konten yang viral di platform TikTok itu memperlihatkan dengan jelas ekspresi laki-laki dengan gestur dan gaya bicara feminin yang kemudian menjadi bahan candaan, bullyan hingga perdebatan di media sosial.

Fenomena tersebut mendapat perhatian Anggota Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalimantan Tengah, Widya Kumala. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap tren tersebut hanya sebagai hiburan digital.

“Bahayanya secara umum merujuk pada hubungan sejenis. Kemudian anak juga akan mempunyai cara memandang tubuh yang berbeda, dalam konteks negatif,” ujar Widya saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).

Istilah “BOTI” sendiri belakangan menjadi bahasa gaul yang banyak muncul di media sosial. Kata tersebut berasal dari istilah bottom dan kerap digunakan dalam percakapan digital untuk menggambarkan pria yang memiliki ekspresi feminin.

‎Kemunculan istilah ini semakin populer karena sering dipakai dalam konten hiburan di berbagai Flatprom media sosial, Dengan jenis konten yang bermacam-macam mulai dari video sketsa, joget, hingga parodi yang mudah menarik perhatian dan viral di kalangan pengguna muda.

Widya menilai tren tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama karena media sosial kini menjadi ruang yang sangat mudah diakses oleh anak-anak.

‎“Orang tua harus lebih waspada terhadap pergaulan anak-anaknya dan lebih aware dalam penggunaan gadget, termasuk konten apa saja yang mereka lihat,” katanya.

Di tengah derasnya arus konten digital yang cepat viral, fenomena seperti ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh media sosial terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda. Karena itu, keterlibatan keluarga, sekolah, dan lingkungan dinilai menjadi kunci agar anak tetap tumbuh dengan nilai dan karakter yang kuat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meriahkan Cap Go Meh Singkawang, Extrajoss Bagikan Energi Toleransi di Tengah Ramadan
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa 8 Maret 2026 di Medan, Makassar, Denpasar, Jayapura dan Kota Lainnya
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa Lebong M 5,7 Dirasakan di 6 Wilayah Bengkulu
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Vidi Aldiano Meninggal, Ucapan Duka Mengalir dari Melly Goeslaw hingga Deddy Corbuzier
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Update Gempa Hari Ini M 5,7 Guncang Lebong Bengkulu, Berpusat di Darat! 
• 3 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.