Garda Revolusi Iran Siapkan Senjata Dahsyat yang Belum Pernah Digunakan Sebelumnya

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Fars News Agency mengutip seorang pejabat Garda Revolusi Iran yang mengatakanproses pembuatan sistem rudal telah dimulai setahun yang lalu dan masih berlanjut hingga saat ini. Rudal yang digunakan hingga saat ini adalah rudal generasi baru yang jarang digunakan.

Juru bicara Garda Revolusi Iran, Brigjen Ali Naeini, mengumumkan inovasi dan senjata baru telah mulai digunakan untuk menghadapi serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Baca Juga
  • Muhammadiyah Terbitkan Fatwa Kripto, Boleh Jadi Aset tapi...
  • Israel Akui Keliru Besar Remehkan Kekuatan Hizbullah dalam Perang Lawan Iran
  • AS Terancam Krisis Finansial dan Rudal Akibat Perangi Iran, Berapa Biaya Serangan Setiap Harinya?

Naeini menambahkan, Angkatan Bersenjata Iran siap untuk berperang dalam waktu lama untuk menghukum penyerang.

"Inisiatif militer dan senjata baru yang dimiliki Iran sedang dalam proses," sambil menambahkan bahwa senjata-senjata tersebut belum digunakan secara luas, dikutip Aljazeera, Sabtu (7/3/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang diharapkan akan diterapkan metode baru "Khaybar" 4 serangan terhadap musuh.

Mereka telah meluncurkan sejumlah besar rudal "Khoramshahr" dari operasi 22 dan "Fath" ke arah wilayah yang diduduki secara berkala dengan gelombang berbeda.

Sebanyak 22 situs-situs Amerika dan Israel menjadi sasaran balasan lapangan. Garda Revolusi menyatakan gelombang korban tewas terjadi di sekolah Minab yang menewaskan puluhan anak-anak, dengan mengacu pada penggunaan rudal dengan hulu ledak seberat 2,4 ton.

Garda Revolusi menegaskan bahwa pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara Teluk, Bandara Ben Gurion, Haifa, dan Tel Aviv terkena serangan.

Bagian media Garda Revolusi mengumumkan pertahanan udara milik angkatan udara berhasil mendeteksi dan menghancurkan pesawat tak berawak Israel tipe "Haron" kedua, setelah pesawat tersebut mencoba menyerang beberapa titik di kota Isfahan.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perokok Wajib Tahu! Ini Bahaya Langsung Merokok Saat Berbuka Puasa
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Timteng Memanas, 190 Rudal dan 109 Drone Iran Berhasil Dicegat Militer UEA
• 16 jam laludetik.com
thumb
Duh, Viking Putuskan Jaga Jarak dari Bonek, Slogan “Viking Bonek Satu Hati” Diistirahatkan
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Diskon Tarif Tol 30% untuk Mudik Lebaran Berlaku 15-16 Maret 2026, Catat Ruasnya
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
IKA PMII Gelar Rapimnas Bahas Strategi Hadapi Tantangan Global
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.