JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, memilih pulang ke kampung halaman lebih awal untuk menghindari kepadatan arus mudik Lebaran 2026.
Salah satu penumpang, Fadil (32), warga Depok, sengaja berangkat lebih awal menuju Yogyakarta agar tidak terjebak lonjakan penumpang mendekati hari raya.
“Kalau mendekati Lebaran biasanya sangat padat. Saya pilih pulang lebih awal supaya perjalanan lebih nyaman,” ujar Fadil saat ditemui Kompas.com di ruang tunggu Stasiun Pasar Senen, Sabtu (7/3/2026).
Fadil yang bekerja sebagai karyawan swasta itu mengaku hampir setiap tahun menggunakan kereta api untuk mudik karena dinilai lebih praktis dibanding kendaraan lain.
Ia menyebut mendapatkan tiket kereta seharga Rp 420.000 setelah mengikuti penjualan tiket secara daring.
“Waktu war tiket sempat gagal karena cepat sekali habis. Setelah beberapa hari baru dapat tiketnya,” kata dia.
Penumpang lain, Maya (28), warga Jakarta Timur, juga memilih pulang lebih awal ke kampung halamannya di Surabaya, Jawa Timue, untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
Baca juga: Pramono Larang Mobil Dinas Dipakai Mudik, Melanggar Bakal Disanksi Berat
Maya biasanya mudik menggunakan bus antarkota, namun tahun ini mencoba menggunakan kereta api karena dianggap lebih nyaman.
“Biasanya naik bus, tapi tahun ini coba naik kereta. Saya beli tiket sekitar Rp 400.000,” ujar dia.
Maya sempat mengikuti "war" tiket ketika penjualan dibuka, namun tidak langsung berhasil mendapatkan tiket.
“Sempat gagal waktu war tiket, jadi harus cek terus beberapa hari sampai akhirnya dapat,” kata Maya.
Sementara itu, Saputra (34), warga Bekasi, dirinya hendak pulang ke kampung halaman di Malang, Jawa Timur, bersama istrinya.
Bagi Saputra, pulang lebih awal menjadi pilihan agar tidak berdesakan dengan penumpang lain menjelang puncak arus mudik.
“Kalau terlalu dekat Lebaran biasanya susah dapat tiket dan stasiun juga penuh. Jadi kami putuskan pulang lebih awal,” ujar Saputra.