JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Tim Fungsi Konsuler KJRI Jeddah terus melakukan pendampingan terhadap jemaah umrah Indonesia, khususnya pada proses kepulangan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.
Pemantauan dan pendampingan ini dilakukan imbas adanya eskalasi konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang berdampak pada perjalanan ibadah umrah.
"Petugas terus berada di lapangan untuk memantau langsung proses keberangkatan jemaah umrah Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz," kata Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah M Ilham Effendy dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Baca juga: KBRI di Arab Saudi Berikan Akomodasi untuk Jemaah Umrah RI yang Tertahan
Konsulat Jenderal RI di Jeddah mencatat sebanyak 2.735 jemaah umrah mendapatkan pendampingan dalam proses kepulangan melalui sejumlah maskapai penerbangan pada 5 Maret 2026.
"Seluruh penerbangan yang dipantau pada hari tersebut dilaporkan berjalan sesuai dengan jadwal keberangkatan," ujar Ilham.
Dengan demikian, jumlah jemaah umrah Indonesia yang telah terpantau kembali ke Tanah Air telah mencapai 14.796 orang, sejak 28 Februari 2026 hingga 5 Maret 2026.
Baca juga: Konflik Timur Tengah, Kemlu Kirim Tim untuk Pantau Jemaah Umrah di Arab Saudi
"Kami memastikan jemaah mendapatkan informasi yang jelas serta pendampingan selama proses kepulangan berlangsung,"kata Ilham.
Dalam proses pengawasan, tercatat pula 158 jemaah umrah mengalami penundaan atau tertahan dalam proses kepulangan.
Pemerintah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan bagi jemaah yang mengalami penundaan penerbangan berjalan optimal.
Baca juga: Sebanyak 10.060 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Tanah Air
"Kami terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan. Kami memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan pendampingan serta pelayanan yang diperlukan hingga dapat kembali ke Tanah Air," ujar Ilham.
Kemenhaj melalui perwakilan di Arab Saudi bersama Satgas Bandara juga melakukan pendampingan intensif serta koordinasi dengan maskapai penerbangan.
Komunikasi dengan penyelenggara perjalanan umrah juga dilakukan guna memastikan seluruh jemaah mendapatkan penanganan yang baik serta dapat kembali ke Tanah Air dengan aman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




