JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyatakan, pemerintah sigap memitigasi berbagai risiko dari eskalasi konflik global, tidak terkecuali konflik di Timur Tengah.
Hal ini disampaikannya dalam acara Buka Puasa Bersama DPP PAN di Jakarta, Jumat (6/3/2026) malam.
“Indonesia harus sigap mengantisipasi dan memitigasi berbagai risiko dari eskalasi konflik global. Yang paling krusial adalah menjaga sektor ekonomi, ketahanan energi, dan yang menjadi tanggung jawab langsung saya: ketahanan pangan nasional. Ini bukan sekadar urusan perut, ini soal kedaulatan negara,” kata Zulhas, dikutip dalam siaran pers, Sabtu (7/3/2026).
Baca juga: Zulhas: Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Nasional Merespons Situasi Global
Zulhas menyebutkan, gejolak geopolitik global saat ini berpotensi besar menimbulkan tekanan pada harga komoditas, mengganggu rantai pasok internasional, hingga memengaruhi stabilitas fiskal dan ketahanan pangan nasional.
Dalam situasi ini, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang tenang, rasional, dan mampu mengambil keputusan strategis dengan cepat.
Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, ia juga memaparkan capaian dan langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Ia menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia tidak boleh bergantung pada pasar internasional untuk kebutuhan dasar rakyat.
Baca juga: Zulhas Sebut Prediksi Perang Perebutan Pangan Terjadi 15 Tahun Lagi
Zulhas mengatakan, pemerintah, terus mendorong swasembada pangan secara menyeluruh, yakni swasembada beras, swasembada jagung, swasembada ikan, dan komoditas strategis lainnya.
“Petani harus kuat, produksi harus meningkat, distribusi harus efisien. Negara harus hadir memastikan pangan tersedia dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia. Inilah amanah yang kami emban dan kami tidak main-main dalam menjalankannya,” ujar Zulhas.
Ia pun memerinci bahwa pemerintah terus memperkuat produksi domestik melalui intensifikasi pertanian, perluasan lahan produktif, penguatan infrastruktur irigasi, serta modernisasi armada perikanan tangkap dan budidaya.
Baca juga: Zulhas: Prabowo Targetkan Swasembada Protein Tercapai Tahun Ini
Di sisi distribusi, perbaikan sistem logistik pangan nasional menjadi prioritas agar harga pangan tetap stabil di seluruh pelosok Nusantara.
Zulhas menuturkan, program swasembada ikan menjadi salah satu fokus unggulan.
Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia harus mampu memanfaatkan potensi lautnya secara optimal untuk memenuhi kebutuhan protein rakyat sekaligus memperkuat ekonomi nelayan dan pembudidaya ikan.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa Indonesia harus terus bersuara lantang untuk perdamaian agar konflik tidak berkembang menjadi perang berskala lebih besar.
Baca juga: Prabowo Panggil Zulhas hingga Bahlil ke Istana, Bahas soal Lebaran
“Indonesia adalah negara besar dengan lebih dari 280 juta penduduk dan populasi muslim terbesar di dunia. Kita tidak bisa diam. Peran Indonesia selalu dinantikan dalam setiap upaya perdamaian global. PAN mendukung penuh langkah diplomasi Presiden Prabowo—yang terpenting, kepentingan nasional tetap terlindungi tanpa mengabaikan tanggung jawab kemanusiaan,” kata Zulhas.
Tak hanya itu, ia menyatakan partai yang ia pimpin akan terus bersama Presiden Prabowo Subianto.
“PAN akan selalu bersama Presiden Prabowo. Kami bukan partai yang hanya hadir saat cuaca cerah. PAN adalah partai yang loyal, teguh, dan paling depan, dalam situasi sesulit apa pun, kami berdiri di garis terdepan mendukung langkah-langkah strategis pemerintah demi kepentingan rakyat dan bangsa,” ujar mantan ketua MPR itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




