Disbud DIY Catat 2,8 Juta Kunjungan ke Museum, Putaran Uang Capai Rp28 Miliar

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat jumlah kunjungan museum sepanjang 2025 mencapai 2.848.688 orang. Jika dihitung dengan rata-rata harga tiket sekitar Rp10 ribu, potensi perputaran ekonomi dari penjualan tiket diperkirakan mencapai Rp28,48 miliar.

Kepala Disbud DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, mengatakan data tersebut merupakan akumulasi laporan dari pemerintah kabupaten dan kota di DIY.

“Jumlah pengunjung museum di DIY pada tahun 2025 mencapai 2.848.688 orang, berdasarkan laporan kabupaten/kota kepada Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY,” kata Dian dihubungi Pandangan Jogja, Jumat (6/3).

Ia menjelaskan, jika dihitung dengan rata-rata harga tiket museum sekitar Rp10 ribu, potensi perputaran ekonomi dari tiket masuk saja mencapai puluhan miliar rupiah setiap tahun.

“Jika dihitung dengan rata-rata harga tiket museum sekitar Rp10 ribu, maka potensi perputaran ekonomi dari penjualan tiket saja mencapai sekitar Rp28,48 miliar per tahun,” sambungnya.

Dian menambahkan, angka tersebut belum termasuk dampak ekonomi lain yang muncul dari aktivitas wisata di museum, seperti parkir kendaraan, penjualan suvenir, hiburan, hingga kuliner di dalam maupun sekitar kawasan museum.

“Angka tersebut baru dari tiket masuk, belum termasuk dampak ekonomi lain seperti parkir, penjualan souvenir, aktivitas hiburan di museum, serta makanan dan minuman yang dijual di dalam maupun di sekitar kawasan museum,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah Musea DIY, Ki Hajar Pamadhi, menyebut jumlah kunjungan museum di DIY bahkan bisa lebih tinggi dari catatan Disbud DIY.

“Jumlah kunjungan museum 3,6 jutaan per tahun. Itu bisa mendongkrak ekonomi. Museum Benteng Vredeburg saja setengah tahun bisa Rp10 miliar-Rp11 miliar yang masuk,” kata Hajar ditemui di Gedung DPRD DIY, pekan lalu (26/2).

Namun ia mengakui jumlah kunjungan museum sempat mengalami penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya.

“Tahun sebelum Kang Dedi Mulyadi itu ngomong larangan tourism di Yogyakarta, nah itu sekitar 5 sampai 6 jutaan. Nah sekarang turun sekian sampai hampir menjadi 40 persen. Nah itu makanya ini tadi bagaimana kita menaikkan,” kata Hajar.

Menanggapi perbedaan data tersebut, Dian mengatakan beberapa museum masih dalam proses kurasi dan verifikasi data pengunjung, di antaranya Museum Air Water for Life di kawasan Air Jogja Bay serta museum di kawasan Gembira Loka Zoo. Beberapa museum lain juga masih dalam proses verifikasi data kunjungan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Senator Papua Harap Pembangunan Pendidikan di Daerah Semakin Progresif
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Prediksi Derby della Madonnina AC Milan vs Inter Milan: Rossoneri Wajib Menang atau Musimnya Berakhir!
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Deretan Saham Paling Untung Pekan Ini, IFSH dan ESSA Memimpin
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Generasi Digital dan Budaya Lokal: Tidak Perlu Pilih Salah Satu
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Bazar Gratis di Jati Padang Jaksel Diserbu Warga
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.