Rusia Disebut Bantu Iran Targetkan Pasukan AS di Timur Tengah

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat setelah muncul laporan bahwa Rusia diduga membantu Iran dengan membagikan informasi intelijen terkait posisi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Informasi ini memunculkan kekhawatiran baru tentang semakin eratnya kerja sama antara negara-negara yang selama ini menjadi rival Washington.

Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh media Amerika The Washington Post yang menyebutkan bahwa Rusia diduga memberikan data lokasi aset militer AS kepada Iran sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap target Iran pada 28 Februari lalu. Informasi yang dibagikan itu disebut mencakup posisi kapal perang hingga pesawat militer Amerika yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :
Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka Bagi Pendatang Usai Lebaran, Tak Ada Screening!
Imbas Serangan Balik Iran, AS Disebut Alami Kerugian Aset Rp42 Triliun!

Tiga pejabat yang mengetahui laporan intelijen tersebut mengatakan bahwa upaya Rusia membantu Iran tidak bersifat terbatas. Salah satu sumber bahkan menggambarkannya sebagai operasi yang cukup luas.

“Upaya ini cukup komprehensif,” kata seorang pejabat yang mengetahui laporan tersebut.

Diduga Beri Citra Satelit Berkualitas Tinggi

Sejumlah analis menilai bantuan Rusia kemungkinan tidak hanya berupa informasi biasa, tetapi juga citra satelit berkualitas tinggi yang memungkinkan Iran memetakan keberadaan instalasi militer Amerika Serikat dan sekutunya.

Peneliti utama dari Center for Naval Analyses, Mike Peterson, mengatakan citra satelit seperti itu sangat berharga dalam menentukan target strategis.

“Dengan citra satelit yang berkualitas tinggi, Iran dapat mengetahui pangkalan mana yang sedang digunakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk posisi pesawat, stasiun intelijen, hingga jalur logistik,” ujar Mike Peterson.

Hal ini menjadi signifikan karena Iran disebut tidak selalu memiliki akses rutin ke citra satelit resolusi tinggi, bahkan dari penyedia komersial. Beberapa perusahaan penyedia citra satelit diketahui memiliki kebijakan untuk tidak merilis foto pangkalan militer Amerika dan sekutunya.

Bahkan, perusahaan citra satelit Planet Labs pada 6 Maret dilaporkan menerapkan kebijakan baru dengan menunda publikasi seluruh citra wilayah negara-negara Teluk hingga 96 jam.

China Juga Diduga Siapkan Dukungan

Selain Rusia, China juga disebut berpotensi memberikan bantuan kepada Iran. Informasi intelijen Amerika menyebut Beijing kemungkinan tengah mempersiapkan dukungan finansial serta komponen rudal bagi Teheran.

Baca Juga :
100 Jam Serang Iran, Dompet AS Terkuras Habis Rp98 Triliun
Gedung Putih Rilis Video Propaganda Soal Iran Tampilkan Aktor Hollywood Tuai Kecaman
JK Minta Indonesia Ambil Sikap Tegas soal Konflik AS-Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siap-siap Jakpro Bakal Ubah Konsep Pertunjukan Planetarium seperti XXI dan CGV
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
PT Xinyi Solar Indonesia Lakukan Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik ke India
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Membaca Ulang Kebudayaan sebagai Daya Hidup Bangsa
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
DANA Ajak Masyarakat Investasikan THR ke Emas Digital
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Barang Impor Telat Masuk ke Indonesia, Pengusaha Minta Bantuan Pemerintah
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.