TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran semakin gencar menyerang negara-negara Teluk yang memiliki hubungan dengan Amerika Serikat (AS).
Iran terus melakukan serangan ke pangkalan militer AS di Timur Tengah, juga ke sekutu-sekutu negara adidaya tersebut.
Serangan itu sebagai pembalasan atas serangan yang dilakukan AS-Israel ke Iran, Sabtu (28/2/2026), yang berujung pada kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Baca Juga: Nepal Bakal Dipimpin Rapper Setelah Partainya Memimpin Pemilu
Serangan dengan intensitas tinggi dilakukan Iran pada Sabtu (7/3/2026).
Dikutip dari Associated Press, di Bahrain pada Sabtu pagi, sirene darurat berbunyi setelah Iran menargetkan negara Kerajaan tersebut.
Sedangkan Arab Saudi mengatakan telah menghancurkan drone yang menuju ladang minyak Shaybah.
Mereka juga menembak jatuh rudal balistik yang diluncurkan ke arah Pangkalan Udara Pangeran Sultan, yang menjadi markas pasukan AS.
Sedangkan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), terdengar sejumlah ledakan dan pemerintahnya mengatakan telah mengaktifkan pertahanan udara.
Baca Juga: Iran Peringatkan Eropa Agar Tak Ikut Campur Konflik dengan AS-Israel, Bakal Jadi Target jika Nekat
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Associated Press
- iran
- menyerang negara teluk
- arab saudi
- amerika serikat
- bahraina





