Penulis: Darius Tarigan
TVRINews, Pontianak
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji terus mendorong penguatan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana sekaligus mempercepat penurunan angka stunting.
Wihaji menjelaskan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 115 Pasal 47, pemerintah menugaskan Tim Pendamping Keluarga di seluruh Indonesia untuk membantu penyaluran Makanan Pendamping Gizi (MPG) kepada kelompok sasaran, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ia menegaskan bahwa distribusi bantuan tersebut harus tepat sasaran.
“MPG yang diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita harus benar-benar sampai kepada yang berhak menerima. Ini menjadi bagian dari tugas tambahan bagi Tim Pendamping Keluarga,” ujarnya pada Sabtu, 7 Maret 2026
Ia juga mengingatkan para pendamping keluarga agar terus menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjalankan program pembangunan keluarga.
Menurutnya, TPK di Kalimantan Barat, termasuk di Kota Pontianak, memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan kepada keluarga serta edukasi terkait kesehatan reproduksi di tingkat masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan bahwa Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat implementasi Program Bangga Kencana sebagai upaya memanfaatkan bonus demografi yang sedang dialami kota tersebut.
Saat ini jumlah penduduk Pontianak mencapai sekitar 693 ribu jiwa dengan proporsi usia produktif sebesar 69,12 persen.
“Bonus demografi ini harus dimanfaatkan secara optimal agar menjadi modal pembangunan daerah, salah satunya melalui penguatan program keluarga berencana dan pembangunan keluarga,” jelasnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) tahun 2025, terdapat sekitar 76.971 pasangan usia subur di Kota Pontianak yang menjadi sasaran pelayanan keluarga berencana dan pembinaan ketahanan keluarga.
Selain itu, Kota Pontianak juga telah memiliki 29 Kampung Keluarga Berkualitas yang tersebar di berbagai kelurahan sebagai pusat integrasi program pembangunan keluarga.
Edi menambahkan, hingga tahun 2025 tercatat sebanyak 8.553 keluarga berisiko stunting di Kota Pontianak yang telah mendapatkan pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga.
Oleh karena itu, penguatan peran tenaga pendamping di lapangan dinilai sangat menentukan keberhasilan program pembangunan keluarga di daerah.
“Tim Pendamping Keluarga menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan kepada keluarga melalui pendekatan siklus hidup, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, keluarga dengan balita hingga keluarga lansia,” tutupnya.
Editor: Redaktur TVRINews





