Kisah Mencekam Pelatih Bulu Tangkis RI, Irwansyah, Nyaris Kena Ledakan di Dubai

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pelatih bulu tangkis Indonesia yang kini melatih pemain India, Irwansyah, mengaku nyaris celaka di Dubai, Uni Emirat Arab, saat mendampingi anak asuhnya, Pusarla Sindhu. Ia menjadi salah satu WNI yang terdampak perang Israel-AS dan Iran.

Pada 28 Februari, Irwansyah beserta Sindhu dan staf pelatih lain berada di Bandara Internasional Dubai hanya untuk transit menuju All England, sehingga tak persiapkan visa keluar bandara. Usai delay 4 jam, penerbangan mereka ke Inggris dibatalkan dan harus keluar untuk evakuasi ke hotel di Dubai.

"Jadi kami di bandara seharian tuh, hampir seharian. Karena sudah terlalu lama di sana, diarahkan seluruh penumpang ke hotel," kisahnya kepada kumparan.

"Kami kan harus keluar dulu dari imigrasi. Tapi kan semua enggak ada pakai visa tuh, enggak ada visa karena kan memang bukan mau ke Dubai. Kami cuma transit saja kan," tambahnya.

Sindhu dan staf pelatih lain bisa keluar tapi Irwansyah tak bisa karena masalah nama pada paspor. Ia pun terpisah dari ketiganya.

"Nah, grup saya itu ada empat orang. Saya, Sindhu, pelatih fisik, sama si fisioterapis. Mereka bertiga sudah lewat dari imigrasi. Sedangkan saya di belakang mereka. Saya ditahan enggak boleh keluar karena kan kalau di Indonesia biasa tuh nama enggak ada nama kedua, nama saya cuma Irwansyah kan," terangnya.

"Nah, ke Dubai itu enggak bisa keluar kalau namanya cuma satu, enggak ada surname-nya. Jadi mereka (petugas bandara) bilang, 'Pak, ini enggak boleh keluar karena hanya satu nama'. Loh saya bilang, 'Saya dulu pernah ke sini', kan waktu [Anthony] Ginting juara di Asia kan di Dubai juga kan. Tahun 2023 itu bawa Ginting, Jonatan [Christie] ke sana, enggak ada masalah. Saya bilang, 'Ini kan lagi emergency, semuanya harus keluar'," lanjutnya.

Akhirnya, Irwansyah disuruh pergi ke Gate B8. Di sana, dalam keadaan sudah amat lelah, ia hanya disuruh menunggu di sebuah ruangan bersama penumpang lain.

Di sanalah, Irwansyah mengalami pengalaman mencekam. Eks pelatih Pelatnas PBSI itu mengaku nyaris terkena ledakan.

"Jadi sudah hampir dari jam 12 siang nunggu sampai jam 11 malam itu. Karena saya capek banget, ketiduran di kursi. Tidur-tidur setengah sadar gitulah, karena kan kita juga bawa tas, dengan kejadian-kejadian di luar sana kita enggak tahu kan," tuturnya.

Usai berhasil keluar dari bandara, Irwansyah dan penumpang lain tidak langsung menuju hotel. Sebab, ada kebingungan dari petugas setempat terkait jalur evakuasi.

"Jadi memang semuanya jadi kacaulah di bandara itu. Karena sudah saking kacau, padatlah penumpang-penumpang yang enggak bisa keluar itu. Nah jadi di luar pun kami sudah naik bus itu, enggak ke mana-mana, di bus itu mutar-mutar bandara itu saja. Maksudnya di dalam dekat pesawat-pesawat itu," ucapnya.

"Ambulans, pemadam kebakaran, polisi, semua sudah di sana. Jadi memang kayak benar-benar kejadian kayak perang gitu loh," sambung Irwansyah.

Setelah 15 menit dalam ketidakpastian, mereka pindah bus. Barulah mereka diarahkan ke hotel dekat bandara dan baru sampai sana jam setengah 3 pagi. Meski begitu, hatinya pun tetap tak bisa tenang karena dentuman terdengar jelas dari kamarnya di lantai 12.

"Waktu itu yang saya dengar dari KBRI, kita kan teleponan juga. Jadi dia [Dubes] cerita ada 200 drone yang diarahkan Iran ke Dubai sama 37 roket," jelasnya.

Beruntung, eks pelatih Pelatnas PBSI itu dibantu Pusarla Sindhu untuk pindah ke hotel yang lebih aman. Setelah bereuni dengan Sindhu dan staf pelatih lain, Irwansyah juga kemudian terbang meninggalkan Dubai bersama mereka pada 2 Maret sekitar jam 9 malam dan selamat mendarat di Bangalore, India, pada dini harinya.

"Sindhu juga orang yang penting juga kan [bagi negara India], dari pemerintahan juga kan inilah. Makanya pesawat kami itu satu pesawat yang ke Bangalore," ungkapnya.

Kini, Irwansyah telah berada di India. Alasannya tidak kembali ke Indonesia karena anak dan istrinya saat ini berada di India, ikut bersamanya sejak menerima pekerjaan melatih India sejak 2025.

Ke depan, India juga tidak akan mengirim pemain ke kejuaraan di negara-negara Eropa, jika penerbangannya memang mengharuskan transit di Timur Tengah. Mereka akan fokus ke turnamen Asia saja dalam waktu dekat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mentan Pastikan Stok Beras Aman hingga 324 Hari di Tengah Gelojak Geopolitik Global
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
BI: Cadangan Devisa Februari 2026 Capai 151,9 Miliar Dolar AS
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Huawei Luncurkan Solusi Global Intelligent Public Service dan Lokasi Proyek "AI+ Public Service Shenzhen Longgang"
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Di Balik Papan Tulis, Sebuah Penantian yang Belum Usai
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
BRI Super League: Beckham Putra Nugraha Targetkan Poin Penuh Melawan Persik dan Siap Jegal Ezra Walian
• 6 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.