3 WNI Hilang di Selat Hormuz, Kemlu Minta ABK Waspada di Tengah Konflik Timur Tengah

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) meminta seluruh anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia untuk selalu waspada saat bekerja di laut, menyusul situasi yang memanas di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

Hal ini dikatakannya setelah tiga orang WNI menghilang di Selat Hormuz, antara perairan UEA dan Oman pada Jumat (6/3/2026) pukul 02.00 dini hari usai kapal tugboat Mufassah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA) meledak dan tenggelam.

"Memperhatikan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri kembali mengimbau seluruh WNI di Timur Tengah termasuk awak WNI yang bekerja di kapal laut, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan," kata Plt Direktur Perlindungan WNI Heni Hamidah, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga: Tugboat Berbendera UAE Meledak di Selat Hormuz, 3 WNI Masih Hilang

Ia pun meminta agar ABK WNI memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.

"Segera lakukan lapor diri untuk memastikan respon cepat dan tepat dari Perwakilan RI. Dalam keadaan darurat, segera hubungi hotline Perwakilan RI terkait," jelas Heni.

Adapun insiden meledak dan tenggelamnya kapal terjadi saat Iran memutuskan menutup Selat Hormuz usai serangan AS dan Israel. Negara itu bahkan mengancam akan menembak kapal apa pun yang mencoba melintasi Selat tersebut.

Sementara setelah menerima laporan tersebut, perwakilan RI segera berkoordinasi dengan otoritas UEA dan Oman, serta pihak perusahaan Safeen Prestige.

Baca juga: 2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Kemlu: Sedang Upaya Diplomasi

Hingga saat ini, Otoritas di PEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini.

Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam.

Seturut informasi yang diterima, Musaffah 2 berawak total tujuh personel berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina. Sebanyak empat awak selamat, sedangkan tiga awak lainnya masih dalam proses pencarian.

Baca juga: Dubes Iran: Selat Hormuz Tidak Ditutup

Khusus kondisi awak empat awak WNI, satu WNI selamat sedang mendapat perawatan luka bakar di Rumah Sakit di Kota Khasab, Oman. Sedangkan tiga WNI lainnya masih terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Selain empat WNI tersebut, terdapat 1 WNI yang berada di lokasi insiden namun berada di kapal yang berbeda dan dalam keadaan selamat," jelas Heni.

Selat Hormuz diketahui menjadi jalur ekspor minyak paling vital di dunia, menghubungkan produsen minyak utama Teluk, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
13 Titik Banjir di Tangerang Hari Ini 8 Maret 2026, Warga Mengungsi Sementara
• 16 menit laludisway.id
thumb
Hasil Celta Vigo vs Real Madrid 1-2: Gol Telat Valverde Bawa Los Blancos Menang Dramatis
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Hujan Semalaman, 8 Titik di Tangsel Terendam Banjir
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Puluhan Disabilitas Dapat Pelatihan UMKM dari Ikatan Alumni UI Jatim
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Di Tengah Ancaman Narkoba dan Disrupsi Digital, Pramuka Kota Kediri Diminta Berinovasi Menjaga Generasi Muda
• 14 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.