BMKG: Tiga Bibit Siklon Tropis Aktif Terpantau, Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan dengan intensitas lebat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode awal Maret 2026. 

Kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer, termasuk keberadaan tiga bibit siklon tropis di selatan Indonesia yang meningkatkan potensi cuaca ekstrem.

BACA JUGA:Riwayat Pendidikan Vidi Aldiano yang Meninggal Dunia, Belajar Musik sejak di Bangku Sekolah

BACA JUGA:Profil dan Perjalanan Karier Vidi Aldiano di Dunia Musik, Sempat Dijuluki Duta Persahabatan

Prakirawan BMKG, Hasalika Nurjana pada Jumat (6/3/2026), menjelaskan bahwa beberapa wilayah mencatat curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. 

"BMKG mencatat hujan dengan intensitas lebat terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Nusa Tenggara Timur 63,2 mm per hari, Jawa Tengah 77,2 mm per hari, Jawa Timur 72,5 mm per hari, Jawa Barat 53,1 mm per hari, Sumatra Barat 67,5 mm per hari, dan Jambi 57,5 mm per hari,” ujarnya, dalam laporan prakiraan cuaca Mingguan BMKG untuk periode 6-12 Maret 2026.

Selain itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga tercatat terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia dengan curah hujan yang bervariasi. 

BACA JUGA:Lirik Lagu 'Pelukmu Sementara, Hatiku Selama': Karya Terakhir Vidi Aldiano Untuk Penggemar

BACA JUGA:Trump Sebut Iran Telah Menyerah, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran: Teheran yang Tentukan Akhir Perang

Menurut Hasalika, tingginya intensitas hujan dipengaruhi oleh keberadaan tiga bibit siklon tropis, yakni 90S, 93S, dan 92P yang berada di wilayah selatan Indonesia.

Bibit siklon tropis 90S diprakirakan berada di Samudera Hindia barat daya selatan Jawa Timur dan bergerak ke arah timur. 

Sistem ini diperkirakan melemah dalam 48 hingga 72 jam ke depan, namun dapat memicu terbentuknya low level jet di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Barat.  

“Selain itu, sistem ini juga membentuk daerah konvergensi dan konfluensi dari perairan selatan Banten hingga selatan Nusa Tenggara Barat serta dari Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Barat,” jelas Hasalika Nurjana. 

BACA JUGA:KPK Buka Lelang Aset Sitaan Korupsi, Ada iPhone Hingga Mobil Mewah

BACA JUGA:Mengenal Gejala Kanker Ginjal, Penyebab, dan Diagnosis, Penyakit yang Renggut Nyawa Vidi Aldiano

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menilik Kasus Korupsi Bupati Pekalongan: Anak Dapat Rp 2,5 M-ART Jadi Direktur
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Khofifah Dorong Percepatan Normalisasi Kendaraan ODOL demi Target Zero 2027 di Jawa Timur
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Harga Emas Antam Naik Rp 35.000, Jadi Rp 3,059 Juta per Gram
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Sustainability Bond Tahap II bank bjb Raih Minat Tinggi
• 8 jam laludisway.id
thumb
Lyodra Kenang Sosok Vidi Aldiano: Fighter Banget, Hatinya Besar
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.