Tanjungpinang (ANTARA) - KRI Surik-645 yang merupakan unsur Bawah Kendali Operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I menuntaskan latihan penembakan meriam atas sasaran terapung di Perairan Selatan Pulau Mantang, Selat Riau Selatan, Kepulauan Riau (Kepri).
Komandan KRI Surik Letkol Laut (P) Ditto Regina Saputra mengatakan latihan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan tempur prajurit, khususnya TNI Angkatan Laut.
"Latihan ini sekaligus menjaga kesiapan sistem persenjataan kapal dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di laut," kata Letkol Ditto usai memimpin latihan, Sabtu.
Ia menjelaskan sebelum latihan dimulai, KRI Surik-645 terlebih dahulu melaksanakan safety broadcast atau siaran keselamatan guna mengamankan daerah latihan.
Pemberitahuan ini dilakukan untuk memastikan area sekitar aman dari lalu lintas kapal sipil maupun aktivitas pelayaran lainnya sehingga pelaksanaan latihan dapat berlangsung dengan aman dan terkendali.
Selanjutnya seluruh prajurit yang terlibat mengikuti briefing serial latihan LAKPA 603 yang dipimpin oleh unsur komando di kapal.
Dalam kegiatan tersebut dijelaskan tahapan latihan, prosedur keselamatan, serta mekanisme pelaksanaan penembakan sebelum dilakukan dropping atau penurunan sasaran terapung sebagai target latihan di perairan yang telah ditentukan.
Setelah sasaran ditempatkan, KRI Surik-645 melaksanakan manuver taktis untuk mengambil posisi penembakan terbaik. Awak kapal kemudian mengoperasikan meriam 30 mm Seahawk baik dengan sistem Remote Operation Console (ROC) maupun secara manual, serta meriam 12,7 mm Mitraliur untuk melaksanakan latihan penembakan ke arah sasaran terapung yang telah disiapkan.
Melalui koordinasi dan ketepatan tembakan prajurit, sasaran latihan berhasil dihancurkan dan ditenggelamkan.
"Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan tempur serta profesionalisme prajurit KRI Surik-645 dalam mengoperasikan sistem persenjataan kapal, sekaligus menjadi bukti komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia," katanya menegaskan.
Komandan KRI Surik Letkol Laut (P) Ditto Regina Saputra mengatakan latihan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan tempur prajurit, khususnya TNI Angkatan Laut.
"Latihan ini sekaligus menjaga kesiapan sistem persenjataan kapal dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di laut," kata Letkol Ditto usai memimpin latihan, Sabtu.
Ia menjelaskan sebelum latihan dimulai, KRI Surik-645 terlebih dahulu melaksanakan safety broadcast atau siaran keselamatan guna mengamankan daerah latihan.
Pemberitahuan ini dilakukan untuk memastikan area sekitar aman dari lalu lintas kapal sipil maupun aktivitas pelayaran lainnya sehingga pelaksanaan latihan dapat berlangsung dengan aman dan terkendali.
Selanjutnya seluruh prajurit yang terlibat mengikuti briefing serial latihan LAKPA 603 yang dipimpin oleh unsur komando di kapal.
Dalam kegiatan tersebut dijelaskan tahapan latihan, prosedur keselamatan, serta mekanisme pelaksanaan penembakan sebelum dilakukan dropping atau penurunan sasaran terapung sebagai target latihan di perairan yang telah ditentukan.
Setelah sasaran ditempatkan, KRI Surik-645 melaksanakan manuver taktis untuk mengambil posisi penembakan terbaik. Awak kapal kemudian mengoperasikan meriam 30 mm Seahawk baik dengan sistem Remote Operation Console (ROC) maupun secara manual, serta meriam 12,7 mm Mitraliur untuk melaksanakan latihan penembakan ke arah sasaran terapung yang telah disiapkan.
Melalui koordinasi dan ketepatan tembakan prajurit, sasaran latihan berhasil dihancurkan dan ditenggelamkan.
"Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan tempur serta profesionalisme prajurit KRI Surik-645 dalam mengoperasikan sistem persenjataan kapal, sekaligus menjadi bukti komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia," katanya menegaskan.





