Bekasi, VIVA – Harapan baru menyelimuti wajah para petani di wilayah Cikarang Pusat saat menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni penanaman, melainkan wujud nyata kehadiran negara melalui Polri dalam menyentuh langsung kebutuhan dasar para pengolah tanah.
Dukungan komprehensif ini dirasakan langsung oleh 215 petani yang tergabung dalam 44 kelompok tani di bawah naungan Polda Metro Jaya.
Sebagai bentuk modernisasi, Polri menyalurkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa 4 unit hand tractor, 4 unit pompa air, dan 5 unit hand sprayer, serta penyerahan simbolis bibit unggul dan pupuk berkualitas tinggi.
Kombinasi antara teknologi mesin dan ketersediaan sarana produksi (saprodi) diharapkan mampu mendongkrak hasil panen secara signifikan. Dengan alat yang memadai, petani dapat mengolah lahan lebih luas dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan metode tradisional, sehingga efisiensi kerja meningkat pesat.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menekankan bahwa dukungan fisik ini merupakan bagian kecil dari ekosistem besar yang sedang dibangun bersama. Ia menggarisbawahi pentingnya keterlibatan banyak pihak dalam memastikan alat-alat tersebut memberikan dampak ekonomi nyata bagi rumah tangga petani.
“Kami menyediakan dukungan pembiayaan melalui koperasi internal untuk kebutuhan bibit, pupuk, hingga alat mesin pertanian (alsintan). Harapan kami, petani dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 7 Maret 2026.
Melalui inisiatif ini, Polri menegaskan perannya sebagai fasilitator yang mendorong penguatan ekosistem produksi pangan. Kesejahteraan petani menjadi prioritas utama karena mereka adalah ujung tombak dalam mewujudkan cita-cita swasembada pangan Indonesia yang berkelanjutan dan mandiri.





