Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi menyebut peringatan Nuzulul Quran sebagai momen penting bagi bangsa Indonesia untuk menyelami nilai-nilai ajaran Islam.
Kedutaan Besar RI (KBRI) pada Jumat (6/3) menggelar peringatan Malam Nuzulul Quran di Wisma Duta Besar di Tunis, Tunisia, yang dihadiri para diplomat serta warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara itu.
"Alhamdulillah, KBRI dapat menyelenggarakan Malam Nuzulul Quran dalam rangka melanjutkan tradisi baik yang dipancangkan Bung Karno, yang menghendaki agar Al-Quran dapat menjadi sumber utama api Islam," kata Zuhairi dalam siaran pers KBRI Tunis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan Al Quran diharapkan dapat membangkitkan semangat revolusi rakyat Indonesia.
Menurut dia, bangsa Indonesia, khususnya para mahasiswa Indonesia di Tunisia, dapat mengambil peran dalam menggali pesan-pesan profetik untuk membangun peradaban.
"Kita sejatinya benar-benar mampu menggali, menyelami, dan memahami Al Quran dalam konteks membangun peradaban Indonesia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjadikan kitab sucinya sebagai elan dalam membangun sains dan peradaban bangsanya," ujarnya.
Sementara itu, Ustadz Ismail, kandidat doktor di Universitas Zaitunah, mengatakan bulan Ramadhan perlu dimaknai sebagai momentum untuk membangun spiritualitas, memperkuat ekonomi, serta menumbuhkan budaya hidup bersama di tengah masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa Indonesia di Tunisia perkenalkan budaya Nusantara saat iftar
Baca juga: Dubes: Hari Studi Ramadhan perkuat hubungan Indonesia-Tunisia
Kedutaan Besar RI (KBRI) pada Jumat (6/3) menggelar peringatan Malam Nuzulul Quran di Wisma Duta Besar di Tunis, Tunisia, yang dihadiri para diplomat serta warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara itu.
"Alhamdulillah, KBRI dapat menyelenggarakan Malam Nuzulul Quran dalam rangka melanjutkan tradisi baik yang dipancangkan Bung Karno, yang menghendaki agar Al-Quran dapat menjadi sumber utama api Islam," kata Zuhairi dalam siaran pers KBRI Tunis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan Al Quran diharapkan dapat membangkitkan semangat revolusi rakyat Indonesia.
Menurut dia, bangsa Indonesia, khususnya para mahasiswa Indonesia di Tunisia, dapat mengambil peran dalam menggali pesan-pesan profetik untuk membangun peradaban.
"Kita sejatinya benar-benar mampu menggali, menyelami, dan memahami Al Quran dalam konteks membangun peradaban Indonesia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjadikan kitab sucinya sebagai elan dalam membangun sains dan peradaban bangsanya," ujarnya.
Sementara itu, Ustadz Ismail, kandidat doktor di Universitas Zaitunah, mengatakan bulan Ramadhan perlu dimaknai sebagai momentum untuk membangun spiritualitas, memperkuat ekonomi, serta menumbuhkan budaya hidup bersama di tengah masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa Indonesia di Tunisia perkenalkan budaya Nusantara saat iftar
Baca juga: Dubes: Hari Studi Ramadhan perkuat hubungan Indonesia-Tunisia





