Diskon tarif tol 30% untuk mudik Lebaran menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Sabtu (7/3). Selain itu, langkah AS mengamankan jalur minyak di Selat Hormuz dengan reasuransi USD 20 miliar.
Untuk lebih jelasnya, berikut rangkumannya:
Diskon Tarif Tol 30% untuk Mudik Lebaran Berlaku 15-16 Maret 2026, Catat RuasnyaKementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan pemberlakuan diskon tarif tol sebesar 30 persen untuk periode mudik Lebaran, yang akan berlaku pada 15-16 Maret 2026 untuk arus mudik dan 26-27 Maret 2026 untuk arus balik. Kebijakan ini diterapkan pada ruas-ruas tol yang ditetapkan dengan sistem pembayaran uang elektronik untuk perjalanan jarak terjauh, setelah koordinasi intensif dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terkait dampaknya terhadap profit margin mereka.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, seluruh perusahaan tol setuju terhadap ruas dan waktu pemberlakuan diskon, sejalan dengan diskon nasional yang diberikan pada moda transportasi lain seperti pesawat dan kereta api. Infrastruktur jalan nasional, baik non-tol sepanjang 47.603,39 km dengan tingkat kemantapan 93,5 persen maupun jalan tol sepanjang 3.115,98 km, dipastikan siap melayani pemudik.
Selain diskon, Kementerian PU juga menyiapkan Standar Pelayanan Minimum (SPM), memfungsionalkan ruas jalan tol tambahan tanpa tarif, serta menyiagakan 496 posko mudik dan 1.461 unit Disaster Relief Unit (DRU) di seluruh Indonesia. Langkah-langkah strategis ini, termasuk penyediaan material tanggap darurat, bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik-balik Lebaran, khususnya pada jalur-jalur utama yang diprediksi mengalami peningkatan volume lalu lintas.
AS Gelontorkan Reasuransi USD 20 M demi Amankan Jalur Minyak di Selat HormuzPemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan program reasuransi maritim senilai USD 20 miliar melalui US International Development Finance Corp. (DFC) untuk menstabilkan perdagangan dan menghidupkan kembali pelayaran di Teluk Persia. Fasilitas reasuransi ini, yang mencakup risiko perang, akan mengasuransikan kerugian hingga sekitar USD 20 miliar secara berkelanjutan dan saat ini hanya berlaku untuk kapal.
Pengumuman ini datang setelah Trump memerintahkan DFC untuk menawarkan asuransi dengan harga terjangkau demi memastikan kelancaran aliran energi dan perdagangan komersial lainnya di Teluk Persia, di mana harga minyak mentah sempat melonjak. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar seperlima dari pasokan minyak global, serta gas dan produk lainnya, sehingga ketersediaan asuransi menjadi kunci untuk mencegah hambatan transit.
DFC dan Kementerian Keuangan AS berkoordinasi erat dengan CENTCOM (Komando Pusat Militer AS) mengenai implementasi rencana ini, yang dirancang untuk mengatasi kekhawatiran mengenai ketersediaan asuransi yang menghambat transit. Program ini juga melibatkan identifikasi mitra asuransi AS terbaik, menunjukkan upaya kolaboratif untuk menjaga stabilitas jalur maritim yang memiliki implikasi ekonomi global signifikan.





