Banjir Rendam Petogogan Jaksel Minggu Pagi, Warga: Air Terus Naik

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir melanda wilayah Wijaya Timur, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (8/3/2026) pagi.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (7/3/2026) malam.

Kondisi banjir tersebut disiarkan langsung oleh seorang warga melalui akun TikTok @Aikaell pada pukul 05.00 WIB.

Baca juga: Pramono Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut: Tak Lebih 1-2 Jam

Kompas.com telah mendapat izin untuk mengutip tayangan siaran langsung tersebut.

Dalam siaran tersebut, seorang perempuan yang merekam kondisi lingkungan menyebut air terus mengalami kenaikan.

“Ini air terus naik,” ujar perempuan yang melakukan siaran langsung dari akun @Aikaell.

Ia mengatakan banjir sudah masuk ke dalam rumah warga. Meski listrik belum padam, warga memilih mematikan listrik secara mandiri untuk menghindari bahaya.

Bahkan, sebagian warga disebut tidak bisa mengungsi karena tinggi air di sekitar rumah sudah cukup dalam.

“Tidak bisa ngungsi, karena air di situ (depan) rumah saja udah tinggi,” katanya.

Berdasarkan pantauan dalam siaran langsung tersebut, air banjir terlihat menggenangi gang permukiman warga.

Baca juga: Banjir Jakarta Meluas, 123 RT dan 9 Ruas Jalan Terendam

Air berwarna keruh kecokelatan mengalir perlahan dan menutup hampir seluruh permukaan jalan di antara rumah-rumah warga.

Di sisi lain, air juga terlihat sudah masuk ke area teras dan halaman depan rumah warga.

Permukaan air memantulkan cahaya lampu di sekitar permukiman sehingga terlihat berkilau di tengah matahari yang belum terbit.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Aliran air terlihat terus bergerak perlahan melewati gang sempit di kawasan permukiman tersebut.

Kondisi ini membuat aktivitas warga terhambat karena sebagian besar akses jalan di gang telah tertutup air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pohon Tumbang di Lenteng Agung Timpa Motor, Satu Orang Meninggal Dunia
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kemdiktisaintek Dorong Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi Berbasis Riset
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Investor Full Senyum! Harga Emas Pegadaian Melejit, UBS Tembus Rp3,105 Juta
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
RI-AS Sepakati Tarif 0 Persen, Daya Saing Industri Nasional Harus Diperkuat
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Anak Pak Eben Belajar Nyetir Malam-malam Malah Nyungsep ke Saluran Air
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.