SERASI sendiri singkatan dari Solidaritas Ramadan Beraksi, sebuah program tahunan yang dirancang khusus selama bulan Ramadan. Program ini merupakan gabungan dari tiga divisi dalam struktur OSIS dan MPK SMAN 34 Jakarta, yakni seksi 1 yang berfokus pada kerohanian, seksi 2 yang bergerak di bidang budi pekerti luhur, serta seksi 9 yang menangani komunikasi dalam bahasa Inggris.
Dalam program SERASI, terdapat dua kegiatan utama yang berjalan beriringan. Pertama adalah Social Teaching, yaitu kegiatan mengajar bahasa Inggris sekaligus membuat kerajinan tangan dari kertas bersama anak-anak di LKSA YUSOLI. Kedua adalah Raya, yakni kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat di sekitar kawasan Jalan Tol Andara menjelang waktu berbuka puasa.
Kedua tim ini sengaja dipisah agar kegiatan berjalan lebih efektif. Pembina MPK/OSIS SMAN 34 Jakarta, Alviansyah, menjelaskan bahwa Social Teaching merupakan wujud nyata implementasi pelajaran yang selama ini dipelajari siswa di kelas. “Ini bukan hanya belajar di kelas, ini akumulasi, praktik dari pelajaran teori yang ada di sekolah,” ujarnya kepada Medcom.id di sela-sela acara Social Teaching, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ketua MPK SMAN 34 Jakarta, Bima Hendra, mengungkapkan bahwa LKSA YUSOLI dipilih karena lokasinya yang dekat dengan sekolah di kawasan Pondok Labu. Selain itu, lembaga tersebut juga dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
Persiapan kegiatan ini sudah dimulai sejak sekitar satu bulan sebelumnya, mulai dari pengajuan proposal hingga penyiapan perlengkapan workshop yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak. “Kita nyediainnya pasti warna-warni biar menarik,” ujar Bima.
Social Teaching sendiri bukan kegiatan baru bagi SMAN 34 Jakarta. Setiap tahun, OSIS dan MPK secara konsisten mengunjungi panti atau lembaga sosial anak.
Dalam kegiatan tersebut, mereka mengajarkan kosakata bahasa Inggris yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan itu juga dilengkapi dengan goodie bag sebagai bahan belajar.
Pimpinan LKSA YUSOLI, Yusuf Djamal, membenarkan SMAN 34 Jakarta memang sudah hadir di tempat yang sama pada tahun sebelumnya. Bima berharap ilmu yang dibawa hari ini bisa benar-benar bermanfaat bagi anak-anak LKSA YUSOLI dalam jangka panjang.
“Jakarta kan juga udah mau jadi kota global, dan sekarang kita pengen ngajarin bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional juga ke anak-anak. Jadi supaya nanti pas udah dewasa mereka juga bisa gunakan vocabulary yang kita ajarin disini dalam pendapatan sari-hari,” harap dia.
Selain itu, kegiatan SERASI ini diharapkan juga membawa nama baik MPK, OSIS, dan SMAN 34 Jakarta di mata masyarakat luas.
Baca Juga :
Berangkat dari Hobi, Djamal Kini Bina 81 Anak Yatim dan Dhuafa Sejak 1989Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)





