Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada Sabtu mengatakan bahwa Ankara telah memperingatkan Teheran agar insiden jatuhnya rudal di Turki tidak terulang kembali.
"Kami bukanlah negara yang mudah terprovokasi; kami tidak ragu melindungi wilayah udara kami," kata Fidan.
"Kami tahu seperti apa rasanya terseret ke dalam perang. Kami membahas ini dengan rekan-rekan Iran kami dan mengatakan bahwa jika ini adalah rudal yang 'hilang', itu akan menjadi masalah yang berbeda," imbuhnya.
Tapi, jika kejadian serupa terulang kembali, dia menyarankan Teheran untuk berhati-hati.
"Jangan ada seorang pun di Iran yang terlibat dalam petualangan, karena Turki sejauh ini telah menunjukkan sikap bersahabat yang ditujukan untuk mencapai perdamaian," kata Fidan dalam konferensi pers di Istanbul setelah pertemuan informal Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Negara-Negara Turkik.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di dalam Iran, termasuk di Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan tersebut.
Iran lantas menanggapi serangan itu dengan melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Menlu Iran peringatkan Trump untuk tidak lanjut tingkatkan ketegangan
Baca juga: Parlemen Iran: Timur Tengah tak akan damai jika pangkalan AS masih ada
"Kami bukanlah negara yang mudah terprovokasi; kami tidak ragu melindungi wilayah udara kami," kata Fidan.
"Kami tahu seperti apa rasanya terseret ke dalam perang. Kami membahas ini dengan rekan-rekan Iran kami dan mengatakan bahwa jika ini adalah rudal yang 'hilang', itu akan menjadi masalah yang berbeda," imbuhnya.
Tapi, jika kejadian serupa terulang kembali, dia menyarankan Teheran untuk berhati-hati.
"Jangan ada seorang pun di Iran yang terlibat dalam petualangan, karena Turki sejauh ini telah menunjukkan sikap bersahabat yang ditujukan untuk mencapai perdamaian," kata Fidan dalam konferensi pers di Istanbul setelah pertemuan informal Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Negara-Negara Turkik.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di dalam Iran, termasuk di Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan tersebut.
Iran lantas menanggapi serangan itu dengan melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Menlu Iran peringatkan Trump untuk tidak lanjut tingkatkan ketegangan
Baca juga: Parlemen Iran: Timur Tengah tak akan damai jika pangkalan AS masih ada





